Jitunews.Com
2 November 2021 05:30 WIB

Dugaan Keterlibatan Menteri di Bisnis PCR Disebut Wajar, PPP: Karena Syarat Perjalanan Berubah-ubah

PPP mengingatkan agar pejabat negara tidak merangkap berbisnis PCR karena akan muncul konflik kepentingan.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sekretaris Fraksi PPP DPR RI, Achmad Baidowi mendesak agar pemerintah membongkar dugaan keterlibatan sejumlah menteri dalam bisnis tes PCR. Ia menilai dugaan tersebut wajar karena syarat perjalanan selama masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sering berubah-ubah.

"Harus diungkap secara gamblang benar tidaknya. Apakah kemudian pejabat itu melanggengkan ada kepentingan bisnis di balik itu. Kalau kemudian publik mencurigai, ya wajar publik curiga," kata Achmad Baidowi kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (1/11/2021).

"Karena misalnya indikator-indikator kebijakan mengenai syarat perjalanan berubah-ubah. Misalnya Jawa-Bali sudah level 1 harusnya bisa antigen (lalu) diberlakukan PCR, kenapa?" sambungnya.



Tes Antigen Bisa untuk Semua Perjalanan, Puan: Mengurangi Beban Masyarakat

Awiek sapaan akrabnya itu meminta agar aparat kepolisian mengusut tuntas terkait dugaan menteri berbisnis tes PCR. Ia mengingatkan agar pejabat negara tidak merangkap berbisnis karena akan muncul konflik kepentingan.

"Sejauh mana keterlibatan itu, kalau langsung tidak boleh. Pejabat itu tidak boleh berbisnis, ada konflik kepentingan, kalau yang berbisnis orang lain atau saudaranya itu bisa, ini kalau secara langsung tidak boleh," ucapnya.

Sentil Menteri Diduga Terlibat Bisnis PCR, Demokrat: Jangan Sampai Terjebak Kongsi Perusahaan
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait