Jitunews.Com
28 Oktober 2021 12:00 WIB

Vladimir Putin Sebut Asia Timur Hadapi Ancaman Perlombaan Senjata Nuklir

Presiden Rusia menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya bersama untuk meningkatkan keamanan regional dan global, salah satunya dengan membangun kembali perjanjian nuklir INF

Presiden Rusia Vladimir Putin (Sputniknews)

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa kawasan Asia Timur berpotensi menghadapi ancaman perlombaan senjata menyusul runtuhnya Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

"Dengan berakhirnya Perjanjian INF, kawasan [Asia-Pasifik] menghadapi kemungkinan (persaingan) senjata serang, yang disebutkan dalam perjanjian itu, muncul di wilayah yang luas di kawasan itu," kata Putin pada pertemuan virtual KTT Asia Timur ke-16 pada hari Rabu (27/10), dilansir Sputniknews.

Dia mengatakan bahwa Rusia yang menyadari bahaya besar dari persaingan senjata tersebut, telah menyatakan moratorium sepihak pada penyebaran rudal jarak menengah dan pendek di Asia-Pasifik dan wilayah lain di dunia. Menurut Putin, Moskow menyerukan diskusi serius tentang masalah ini dengan semua negara yang tertarik.



China Tak Akan Jadi Negara Pertama yang Akui Taliban sebagai Pemerintahan Resmi Afghanistan

“Proposal Rusia ini tetap berlaku, dan relevansinya bahkan berkembang”, katanya.

Dia juga menggarisbawahi pentingnya memperkuat upaya bersama untuk meningkatkan keamanan regional di tengah meningkatnya ancaman.

“Ini adalah satu-satunya cara, menurut kami, untuk menghentikan ancaman yang akan muncul, menyelesaikan masalah yang mendesak tidak hanya untuk kawasan kami, tetapi juga untuk masyarakat dunia secara keseluruhan, serta berinteraksi secara efektif untuk kepentingan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan penduduk," lanjutnya.

Pada Agustus 2019 lalu, Amerika Serikat menghentikan komitmennya pada Perjanjian INF usai menuduh Moskow melanggar ketentuan dokumen tersebut.

Hanya beberapa bulan setelahnya, Washington melakukan uji coba rudal barunya yang tidak sesuai dengan INF, mendorong Rusia untuk berasumsi bahwa AS sebelumnya sudah berencana untuk keluar dari kewajiban pengendalian senjata.

China: Taliban Sangat Ingin Berdialog dengan Seluruh Dunia
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait