Jitunews.Com
27 Oktober 2021 09:30 WIB

Kritik Harga PCR Rp 300 Ribu, PAN: Tak Selesaikan Masalah, Banyak yang Berat Bayar

Saleh mengatakan bahwa penumpang pesawat tidak terjamin aman setalah melakukan tes PCR

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Daulay (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengkritik penurunan harga polymerase chain reaction (PCR) menjadi Rp300 ribu ditengah polemik wajib tes bagi penumpang pesawat. Menurutnya, penurunan harga tes PCR tidak bisa menyelesaikan permasalahan karena tidak semua orang mampu membayar dengan nominal tersebut.

"Namun demikian, permintaan menurunkan harga PCR itu dinilai tidak menyelesaikan masalah. Masih banyak orang yang merasa berat dengan beban membayar tes PCR," kata Saleh dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Saleh mengatakan bahwa penumpang pesawat tidak terjamin aman setalah melakukan tes PCR.  Ia menyebut penumpang bisa saja tertular Covid-19 saat berada di pesawat ataupun setelah masa berlaku tes PCR habis yakni setelah 2x24 jam.



Jokowi Minta Harga PCR Rp300 Ribu, Ridwan Kamil: Kalau Bisa Lebih Murah Lagi

"Bisa saja, setelah dites, di antara penumpang itu melakukan kontak erat dengan orang yang terpapar. Akibatnya, bisa terinfeksi dan menularkan di dalam pesawat. Orang yang dites itu aman pada saat dites dan keluar hasilnya. Setelah itu, belum ada jaminan. Bisa saja ada penularan pada masa 3 x 24 jam," ucap Saleh.

Oleh karena itu, Saleh memberi beberapa usulan kepada pemerintah. Pertama yaitu dihapus kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat, kedua biaya tes PCR ditanggung pemerintah, kemudian masa berlaku tes PCR diperpanjang hingga 7x24 jam.

"Dulu masa berlakunya bisa lebih dari seminggu. Kenapa sekarang semakin diperketat? Kalau kasusnya mereda, semestinya masa berlaku hasil PCR pun diperpanjang. Nanti kalau ada kenaikan lagi, bisa dipikirkan untuk memperketat lagi," ujarnya.

Terakhir, ia memberi opsi agar tes PCR diganti dengan tes antigen yang harganya lebih terjangkau meski tingkat akurasinya lebih rendah.

"Tujuan tes kan untuk memastikan bahwa semua calon penumpang tidak terpapar. Nah, antigen ini juga bisa digunakan. Hanya saja, tingkat akurasinya sedikit lebih rendah. Banyak juga orang yang test antigen yang dinyatakan positif, lalu dikarantina dan diisolasi," pungkasnya.

 

Fadi Zon: Jangan Menjadikan Pandemi Covid Ini Bisnis di Atas Penderitaan Rakyat
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait