Jitunews.Com
25 Oktober 2021 21:15 WIB

Imbas UU Keamanan Nasional China, Dua Kantor Amnesty Internasional di Hong Kong Bakal Ditutup

Amnesty Internasional memutuskan menutup dua kantornya yang berada di Hong Kong pada akhir tahun ini

Bendera Hong Kong (kanan) dan China (kiri) (istimewa)

HONG KONG, JITUNEWS.COM - Organisasi pembela HAM, Amnesty International, sudah memutuskan untuk menutup dua kantornya yang berlokasi di wilayah Hong Kong pada akhir tahun ini. Meski demikian, lembaga yang berkantor pusat di London, Inggris, tersebut masih akan melanjutkan advokasi dan kampanye HAM di kantor lainnya yang berada di negara-negara Asia Pasifik.

Dalam pernyataan tertulisnya yang dirilis pada Senin (25/10), Ketua Dewan Amnesty Internasional Anjhula Mya Singh Bais mengatakan bahwa penutupan tersebut terpaksa dilakukan akibat dari kebijakan UU Keamanan Nasional yang diberlakukan oleh pemerintah China Daratan di wilayah Hong Kong.

"Keputusan ini, dibuat dengan berat hati, telah didorong oleh undang-undang keamanan nasional Hong Kong, yang secara efektif membuat organisasi HAM di Hong Kong tidak mungkin bekerja secara bebas dan tanpa takut akan pembalasan serius dari pemerintah," ujar Anjhula Mya Singh Bais, dilansir dari Al Jazeera.



Korea Selatan Kirimkan Satu Juta Dosis Vaksin AstraZeneca untuk Iran

Ia menambahkan bahwa dengan UU Keamanan Nasional tersebut, para aktivis HAM banyak yang ditangkap dan dimasukkan ke penjara karena dianggap merusak kepentingan pemerintah.

"Semakin sulit bagi kami untuk terus beroperasi di lingkungan yang tidak stabil seperti itu," lanjutnya.

Untuk diketahui, UU keamanan nasional telah diberlakukan di wilayah Hong Kong sejak Juni 2020, setahun setelah terjadinya protes pro-demokrasi besar-besaran di bekas wilayah jajahan Inggris tersebut. Pemerintah China memberlakukan UU tersebut untuk mencegah semua tindakan yang dianggap subversi, separatisme, "terorisme" dan kolusi dengan pihak asing.

"Kami sangat berhutang budi kepada anggota dan staf Amnesty yang selama 40 tahun terakhir telah bekerja tanpa lelah untuk melindungi hak asasi manusia di dan dari Hong Kong," ujar Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard.

"Dari keberhasilan mendorong penghapusan penuh hukuman mati di Hong Kong pada tahun 1993, hingga mengungkap bukti penggunaan kekuatan yang berlebihan oleh polisi selama protes massal 2019, Amnesty di Hong Kong telah menyoroti pelanggaran HAM di hari-hari tergelap," tandasnya.

Negara Barat Enggan Cairkan Aset Afghanistan, Rusia: Ini Benar-benar Menjijikkan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait