Jitunews.Com
23 Oktober 2021 16:35 WIB

Perancis-Yunani Bentuk Pakta Pertahanan, Turki: Membahayakan NATO

Menteri Pertahanan Turki mengatakan bahwa pembentukan aliansi pertahanan antara Perancis dan Yunani dapat membahayakan NATO

Aliansi Pertahanan Trans-Atlantik NATO (istimewa)

ANKARA, JITUNEWS.COM - Menteri Pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengatakan bahwa pembentukan aliansi pertahanan baru diantara negara anggota NATO dapat membahayakan organisasi. Pernyataan tersebut ia lontarkan dalam sebuah siaran pers yang dirilis pada Sabtu (23/10) usai Perancis dan Yunani sepakat untuk membentuk sebuah pakta pertahanan bilateral pada bulan lalu.

"Mengingat kita berada di dalam NATO, semua orang harus tahu bahwa upaya pembentukan berbagai aliansi di luar itu akan membahayakan NATO dan hubungan bilateral kita, dan mengguncang kepercayaan," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar dalam sebuah siaran pers, dilansir Al Arabiya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan ahwa perjanjian pertahanan bilateral dengan Perancis itu akan memungkinkan kedua negara untuk saling membantu jika ada ancaman eksternal.



Serangan Balasan AS di Suriah Tewaskan Seorang Komandan Al Qaeda

Seperti diketahui, Turki dan Yunani selama ini masih terlibat sengketa wilayah perbatasan, dimana pada tahun 2020 lalu Yunani mengecam kegiatan eksplorasi migas Turki di Laut Mediterania Timur. Kedua negara beberapa kali sudah berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut melalui jalur diplomasi.

"Kami melakukan pembicaraan yang positif dan konstruktif dengan menteri pertahanan Yunani. Kami berharap dapat melihat hasil positif dari pembicaraan ini di periode mendatang,” kata Akar.

 

Hizbullah Minta Israel Hentikan Eksplorasi Gas di Perairan yang Disengketakan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait