Jitunews.Com
23 Oktober 2021 14:22 WIB

Songsong Era Baru, Pemerintah Siapkan Roadmap Transisi Pandemi Covid-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah sudah menyiapkan langkah untuk hidup berdampingan dengan Covid-19

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Pemerintah mengaku telah menyiapkan Roadmap Transisi Pandemi Covid-19 menuju era baru dimana masyarakat akan hidup berdampingan dengan Covid-19. Hal ini lantaran pandemi Covid-19 diproyeksikan akan menjadi Endemi.

"Nantinya kita hidup berdampingan dengan Covid-19 dan semua kegiatan sosial ekonomi akan beraktivitas dengan normal baru menjaga protokol kesehatan dan tentunya dua dosis vaksin menjadi salah satu prasyarat berbagai kegiatan," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk "Government & Basic Essential Sectors: Synergize for Post-Pandemic Economic Recovery" di Jakarta, Jumat (15/10).

Oleh sebab itu, untuk menuju masa transisi itu, Airlangga bilang, pemerintah terus mengejar target vaksinasi 1,5 juta - 2,5 juta vaksin per hari sehingga diharapkan lebih dari 50% masyarakat telah mendapatkan dosis kedua vaksin dan mencapai kekebalan komunal.



Rachel Vennya Diperiksa Polisi, LBH SEMMI: Siapapun yang Melanggar Aturan Harus Dipidana

"Level PPKM akan di buka secara bertahap dan berjenjang, dan tentunya screening (aplikasi) Peduli Lindungi menjadi langkah awal menuju era baru pasca pandemi dan melalui teknologi digital," pungkas Airlangga.

Terkait kasus Covid-19, dia bersyukur karena penanganan Covid-19 yang dilakukan dari hulu ke hilir telah memberikan hasil yang sangat baik dimana angka kasus aktif per Juli 2021 yang sebanyak 524 ribu turun menjadi 20 ribuan kasus aktif per hari ini.

"Kasus konfirmasi harian tercatat 4,6 kasus per 1 juta penduduk, lebih rendah dari negara lain seperti Singapura, Malaysia dan India. Kinerja penanganan Covid-19 dan vaksinasi kita salah satu yang diakui dunia," paparnya dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews pada Sabtu (23/10).

Dari sisi ekonomi, Airlangga juga bersyukur karena pemulihan ekonomi telah berjalan baik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal II 2021 yang mencapai 7,07%, tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Perbaikan permintaan domestik menjadi pendorong dan membuat seluruh sektor usaha tumbuh positif di triwulan II 2021

"Dengan kondisi pandemi Covid-19 saat ini diharapkan ekonomi bisa diakselerasi di triwulan IV 2021 sehingga secara yoy tumbuh 3,7-4,5%. dan pemerintah mencanangkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% di tahun 2022," ungkapnya.

Namun pemenuhan target dan pemulihan ekonomi ini bergantung pada penanganan pandemi dan tentu kita harapkan jangan sampai ada serangan gelombang ketiga.

"Namun, saya yakin bisa mencapai (target) itu dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan stakeholder termask pelaku industri dan media. Saya terus mendorong agar kita tetap optimis dan saat ini mesin pertumbuhan dalam kondisi baik, terutama harga-harga komoditas yang luar biasa baik yang kita kenal commodity supercycle," kata Airlangga.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kimia Farma Lina Sari mengungkapkan, untuk membantu pemerintah di masa pandemi, pihaknya melakukan beberapa inisiatif salah satunya pengembangan bahan baku obat dan produksi obat jadi related Covid-19.

"Kita sangat bergantung pada impor shingga kita produksi obat related Covid-19 seperti favipiravir, remdesivir dan lain-lain. Jika dibandingkan dengan produk impor, produk kami tentu jauh lebih terjangkau. Kemudian kami lakukan layanan vaksin gotong royong melalui sinergi dengan Bio Farma," ucap Lina.

Kemudian untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan obat-obatan, Kimia Farma mengembangkan drive thru dan penjualan secara online melalui aplikasi mobile, test Covid-19 via online dan layanan home care.

Di sisi lain, BPJS Kesehatan juga memiliki peran yang tak kalah penting di masa pandemi ini. Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPJS Kesehatan dipercaya untuk melakukan verifikasi klaim di rumah sakit dimana pembiayaan klaim Covid-19 menggunakan anggaran Pemerintah

"Pada tahun 2020, BPJS Kesehatan telah melakukan verifikasi lebih dari 683 ribu klaim Covid-19 dengan nilai Rp40,3 Triliun. Angka tersebut meningkat di mana per 19 September 2021 menjadi 907 ribu klaim senilai Rp 51,1 triliun. Jadi cukup besar," jelas Ali Ghufron.

Lebih lanjut Ali Ghufron menuturkan, BPJS Kesehatan juga mengembangkan aplikasi PCARE Vaksinasi sebagai aplikasi untuk mencatat pelayanan vaksinasi. Lalu, pengembangan pelayanan kesehatan berbasis teknologi berupa telekonsultasi antara dokter FKTP dengan peserta telemedisin antara FKTP and FKRTL.

"BPJS Kesehatan juga memberikan pendekatan layanan sperti telekonsultasi, pelayanan obat untuk penyakit kronis dan obat PRB," tukasnya.

Selain Ali Ghufron Mukti dan Lina Sari, hadir pula sebagai pembicara dalam webinar ini Direktur Bisnis Perum Bulog Feby Novita. Sementara bertindak sebagai moderator adalah Ketua Kebijakan Publik Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sutrisno Iwantono.

Akui Tes PCR Penerbangan Merepotkan, Muhammadiyah Tegaskan Masih Perlu
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait