Jitunews.Com
22 Oktober 2021 05:15 WIB

Soal Ataturk, Tokoh NU Sebut Fahri Hamzah Tak Konsisten

Umar mempertanyakan Islam yang ideal menurut Fahri.

Fahri Hamzah (Instagram @fahrihamzah)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umat Syadat Hasibuan menyebut politikus Partai Gelora Fahri Hamzah sebagai sosok yang tidak konsisten dengan ucapannya.

Hal ini terkait polemik wacana penggunaan nama Mustafa Kemal Ataturk pada salah satu jalan di Jakarta.

Pada 2018 silam, Fahri Hamzah menyesalkan pemerintah cenderung meniru langkah Ataturk dalam mengutak-atik ajaran Islam. Mulai dari tata cara azan hingga ibadah salat.



Mesir, Yunani dan Siprus Kecam Kegiatan Provokatif Turki di Mediterania Timur

“Islam macam apa yang kalian inginkan? Apa mau seperti Ataturk? Apa mau azan diganti bahasa Indonesia? Assalamualaikum diganti selamat pagi? Apa mau sholat pakai baca pembukaan UUD45? Apa sih maunya? Susah betul memahami bahwa yang bodoh itu ya pemerintah,” cuitnya di akun Twitter @Fahrihamzah, (1/3/2018).

Namun, baru-baru ini, Fahri seolah menampik pernyataannya sendiri pada tiga tahun lalu. Dia memuji Ataturk sebagai Bapak Turki Modern dan menyamakannya dengan sang proklamator, Presiden Soekarno.

Menurutnya, penamaan Ataturk pada salah satu jalan di Jakarta merupakan tanda keakraban antara Turki dan Indonesia.

“Erdogan menghormati Ataturk sebagai Bapak Turki Moderen sebagaimana Soekarno bagi Indonesia. Ataturk telah diterima dalam hall of fame bangsa Turki dengan segala kurang lebih. Ia adalah nama yang dipakai untuk keakraban dua negara. Itu saja!,” jelas Fahri, (2/10/2021).

Merespons hal ini, Umar Hasibuan heran dengan perubahan sikap Fahri Hamzah. Pria yang karib disapa Gus Umar itu lantas mempertanyakan Islam yang ideal menurut Fahri.

“Islam macam apa yang kau inginkan Fahri Hamzah? Ucapanmu berubah tidak konsisten,” kicaunya lewat akun @Umar_Hasibuann_, dikutip Jumat (22/10/2021).

Sebelumnya, wacana penggunaan nama Mustafa Kemal Ataturk sebagai nama jalan di Ibu Kota menuai penolakan dari sejumlah pihak. Alasannya, Ataturk merupakan tokoh sekuler Turki yang dikenal anti terhadap syariat Islam.

Soal Jalan Ataturk, Fahri Hamzah ke Fadli Zon: Ngomong ke Gubernur Sohib Lu Tuh
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait