Jitunews.Com
9 Oktober 2021 11:19 WIB

Desak Aparat Usut Kembali Kasus Pemerkosaan di Luwu Timur, KSP: Jokowi Tak Tolerir Predator Seksual Anak!

KSP meminta agar pelaku pemerkosaan terhadap anak dihukum berat.

Pemerkosaan anak (Tribatanews Papua Barat)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Jaleswari Pramodhawardani meminta kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk membuka kembali kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan ayah kandung terhadap ketiga anaknya di Luwu Timur.

Diketahui, kasus tersebut sempat dihentikan proses penyidikannya karena disebut tidak cukup bukti.

"(Kalau memang) ditemukannya bukti baru sebagaimana disampaikan oleh ibu korban dan LBH Makassar, maka kami berharap Kapolri bisa memerintahkan jajarannya untuk membuka kembali kasus tersebut," kata Jaleswari dalam keterangan resminya, Jumat (8/10/2021).



Profesor Singapura Sebut Jokowi Jenius, Demokrat Singgung Pujian untuk SBY

Ia menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo tidak mentolerir predator seksual anak. Ia mengatakan demikian, sebab Jokowi telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak.

"Presiden Jokowi sangat tegas dan tidak bisa mentolerir predator seksual anak," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta agar pelaku pemerkosaan terhadap anak dihukum berat. Ia menyebut kasus tesebut tidak bisa diterima nurani dan akan budi kemanusiaan.

"Terlebih lagi bila yang melakukan adalah ayah kandungnya. Oleh karena itu pelakunya harus dihukum berat," tegasnya.

 

 

KSP Moeldoko: Saya Anak Petani, Saya Tahu Persis Masalah Petani
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait