Jitunews.Com
5 Oktober 2021 17:15 WIB

Pandora Papers Ungkap Ribuan Properti Rahasia yang Berada di Inggris

Banyak orang kaya di Inggris diam-diam memiliki lebih dari 1.500 properti di negara tersebut dengan total perkiraan nilai mencapai lebih dari 4 miliar poundsterling dan lolos dari pajak.

Big Ben, Inggris (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Sejumlah pejabat pemerintah, tokoh politik dan pebisnis internasional serta keluarga bangsawan Inggris diam-diam memiliki lebih dari 1.500 properti di negara tersebut dengan total perkiraan nilai mencapai lebih dari 4 miliar poundsterling. Hal itu terungkap dalam data yang disebarkan oleh Pandora Papers, yang dilaporkan pertama kali oleh media Inggris, The Guardian.

Dengan referensi silang data departemen Pendaftaran Tanah Inggris tentang kepemilikan properti yang dimiliki oleh warga Inggris yang tinggal di luar negeri, dengan kebocoran dokumen Pandora Papers pada Minggu (3/10) oleh International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ), outlet media seperti BBC, The Guardian, Finance Uncovered, dan lainnya mengklaim telah mengungkapkan identitas sekitar 600 orang di balik perusahaan asing yang memiliki properti di wilayah Inggris dan Wales.

Sebagian besar properti berada di London, khususnya wilayah Westminster dan Kensington. Sementara pemiliknya dikatakan berasal dari setiap benua, mewakili 78 kebangsaan, dan lebih dari seperempatnya adalah warga negara Inggris. Semua pembeli properti yang berbasis di Inggris secara hukum diwajibkan untuk mengungkapkan identitas mereka melalui departemen non-kementerian, yakni the Land Registry and Companies House. Namun, dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka bisa menyewa tim profesional untuk membuat entitas lepas pantai (offshore) yang memungkinkan mereka untuk tetap menutup kepemilikan mereka.



Sudah Mulai Diisi Gas, Jalur Pipa Nord Stream 2 Tinggal Tunggu Ijin dari Jerman

Perusahaan offshore yang terlibat, menurut media Inggris tersebut, sudah dilacak ke yurisdiksi seperti Seychelles, Kepulauan Cook, Jersey, tetapi sebagian besar berasal dari wilayah Kepulauan Virgin Inggris.

Meski proses memperoleh properti melalui perusahaan luar negeri itu sendiri merupakan hal yang legal, pemerintah Inggris telah menggarisbawahi jika hal itu meningkatkan risiko pencucian uang untuk pasar properti.

Akuisisi properti di luar negeri juga disebut-sebut sebagai cara potensial untuk menghindari perhatian badan perpajakan Inggris, HM Revenue and Customs (HMRC).

Perancis Desak G20 Tetapkan Syarat untuk Taliban sebelum Dapatkan Pengakuan Internasional
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait