Jitunews.Com
1 Oktober 2021 13:30 WIB

Perusahaan Maskapai AS Ini Pecat Ratusan Pegawai yang Tolak Vaksinasi Covid-19

United Airlines sudah menjadikan vaksinasi Covid-19 sebagai aturan wajib bagi seluruh pegawainya

Pesawat United Airlines (istimewa)

NEW YORK, JITUNEWS.COM - Perusahaan penerbangan asal Amerika Serikat, United Airlines, pada Kamis (30/9) mengumumkan bahwa pihaknya akan memecat hampir 600 orang pekerjanya yang menolak untuk disuntik vaksin Covid-19. Perusahaan tersebut sudah menjadikan vaksinasi Covid-19 sebagai aturan wajib bagi seluruh pegawainya.

“Ini adalah pencapaian bersejarah bagi maskapai kami dan karyawan kami serta bagi pelanggan dan komunitas yang kami layani,” demikian kata Kepala Eksekutif United Airlines Scott Kirby dan Presiden Brett Hart dalam memo yang dikirim kepada seluruh pegawainya, dilansir dari Al Arabiya.

“Alasan kami untuk mewajibkan vaksin untuk semua karyawan United yang berbasis di AS adalah sederhana – untuk menjaga orang-orang kami tetap aman – dan kenyataannya adalah ini: setiap orang lebih aman ketika semua orang divaksinasi, dan vaksin sebagai persyaratan untuk bekerja,” tambahnya.



Kim Jong-un Buka Peluang Rekonsiliasi Korut-Korsel

"Untuk kurang dari satu persen dari orang yang memutuskan untuk tidak divaksinasi, sayangnya kami akan memulai proses pemisahan dari maskapai sesuai kebijakan kami," kata memo itu.

“Ini adalah keputusan yang sangat sulit tetapi menjaga keamanan tim kami selalu menjadi prioritas pertama kami," lanjutnya.

Selain 593 karyawan yang menolak vaksinasi COVID-19, 2.000 pekerja lainnya juga meminta United Airlines dibebaskan dari aturan wajib vaksinasi berdasarkan alasan medis atau keyakinan agama.

Sementara itu, total tenaga kerja yang saat ini dimiliki oleh United Airlines berjumlah sekitar 67.000 orang.

Ethiopia Usir Pejabat Senior PBB, AS Ancam Jatuhkan Sanksi
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait