Jitunews.Com
24 September 2021 20:46 WIB

Tanggapi Gugatan Perdata LBP ke Haris, Filep: Rakyat Papua Menunggu Pembuktian dari Keduanya

tindakan Luhut melaporkan Haris dan Fatia adalah ajang pembuktikan terkait permasalahan investasi di Papua

Wakil Ketua I Komite I DPD RI Dr. Filep Wamafma (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Wakil Ketua I Komite I DPD RI Dr. Filep Wamafma ikut menanggapi perseteruan antara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan versus Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulida

Menurutnya, tindakan Luhut melaporkan Haris dan Fatia adalah ajang pembuktikan terkait permasalahan investasi di Papua.

“Kita selalu tim yang pernah terlibat di Pansus Papua juga menemukan persoalan investasi sebagai salah satu permasalahan kompleks di Papua. Jika temuan Haris dan Fatia terbukti di Pengadilan, maka persoalan ini akan dibahas secara khusus oleh tim DPD khususnya For Papua MPR RI,” ujarnya di Jakarta, Jumat (24/9/2021).



Minta Kabaintelkam Polri Paulus Waterpauw Jadi Bacalon Wagub Papua, Golkar: Sesuai Aspirasi Masyarakat

Senator Papua Barat ini menyebut bahwa dengan dilaporkannya Haris Azhar dan Fatia dapat menjadi momen bagi semua pihak untuk mengetahui fakta-fakta baru serta dapat membuka fakta yang sebenarnya ke publik.

Ia pun berharap kepada aparat penegak hukum agar dapat menjunjung tinggi keadilan ditengah krisisnya kepercayaan masyarakat terhadap institusi tersebut.

“Yang diperlukan sekarang ialah transparansi dan akuntabilitas semua investor yang mengeruk untung di tanah Papua. Saatnya semuanya terbuka di pengadilan. Rakyat Papua menunggu pembuktian keduanya,” tambahnya.

Diakhir, Filep juga meminta LBP memberikan jaminan jika pada akhirnya tuduhan yang dilayangkan Haris adalah benar adanya.

“Bagaimana jika Luhut benar-benar terlibat? Kompensasi apa yang akan diberikan oleh Luhut kepada rakyat Papua?” tukasnya.

KKB Papua Serang Nakes, Menko PMK: Sangat Memprihatinkan
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait