Jitunews.Com
24 September 2021 09:31 WIB

Isu Reshuffle, Pengamat: Sepertinya Kecenderungan untuk Mengakomodasi PAN

Adi menilai ada beberapa indikasi yang menjadi acuan munculnya isu reshuffle

Ilustrasi, bendera Partai Amanat Nasional. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Isu reshuffle kabinet dikaitkan dengan kebiasaan Presiden Joko Widodo mengambil keputusan pada Rabu Pon. Direktur Lembaga Survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai wajar jika Rabu POn dijadikan patokan publik.

"Jadi wajar kalau selalu publik menduga-duga mengaitkan soal isu reshuffle yang belakangan itu semakin menguat dengan Rabu Pon yang akan datang," kata Adi kepada wartawan, Kamis (23/9).

Adi menilai ada beberapa indikasi yang menjadi acuan munculnya isu reshuffle, salah satunya bergabungnya PAN ke koalisi pemerintah. PAN sendiri mengaku tidak menolak jika diberi kursi menteri.



Isu Reshuffle di Rabu Pon, PKB: Yang Penting Semua Menteri Kerja Optimal, Bukan Kampanye Sendiri-sendiri

"Memang terkait dengan masuknya PAN ke koalisi, kemudian dibarengi dengan ada kan Perpres yang baru dikeluarkan presiden penambahan wamen termasuk juga soal teka-teki Panglima TNI yang baru. Biasanya tiga indikasi itu dijadikan acuan utama untuk melihat bahwa reshuffle sebenarnya tinggal menghitung hari. Karena variabel itu cukup kuat dan cukup rasional kan," katanya.

Menurutnya, Jokowi tidak akan merombak kabinet secara besar-besaran.

"Kenapa saya sebut reshuffle terbatas? Ya sepertinya kecenderungan untuk mengakomodasi PAN di dalamnya," katanya.

Tak Tolak Kursi Menteri, PAN: Tentu dengan Senang Hati

Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait