Jitunews.Com
22 September 2021 12:46 WIB

Pemerintah Diminta Terus Lobi WHO Agar Indonesia Menjadi Pusat Produksi Vaksin Global

Pemerintah harus melakukan upaya serius dan sungguh-sungguh agar Indonesia dipilih sebagai salah satu pusat produksi vaksin global

Ilustrasi (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Langkah Pemerintah yang terus melobi WHO agar Indonesia menjadi salah satu pusat produksi vaksin global mendapat dukungan dari Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.

“Langkah ini positif dan patut didukung. Pemerintah harus melakukan upaya serius dan sungguh-sungguh agar Indonesia dipilih sebagai salah satu pusat produksi vaksin global oleh WHO,” Kata Netty dalam keterangan medianya, Rabu (22/09/2021).

Indonesia, kata Netty, sangat tepat dijadikan pusat produksi vaksin mengingat statusnya sebagai negara menengah dan berkembang yang masih membutuhkan banyak vaksin.



Puluhan Siswa Terpapar Covid-19, PDIP: Sekolah dan Daerah Jangan Memaksakan Diri Kalau Belum Siap

"Dengan dijadikannya Indonesia sebagai pusat produksi vaksin global maka diharapkan terjadi transfer teknologi ke negara berkembang, khususnya di bidang farmasi. Selain itu, stimulasi infrastruktur kesehatan juga akan berkembang,“ ungkapnya.

Apalagi, kata Ketua Tim Covid-19 FPKS DPR RI ini, sempat terjadi ancaman hambatan pasokan vaksin dari negara maju produsen vaksin ke negara berkembang melalui fasilitas COVAX dan AVAT yang dapat merugikan negara berkembang.

“Pada masa pandemi ini, terlihat jelas ketimpangan infrastruktur kesehatan antara negara berkembang dan negara maju yang berdampak pula pada ketidakadilan akses dan distribusi vaksin global. Banyak negara berkembang yang kesulitan mendapatkan vaksin, sementara negara maju justru surplus vaksin karena bisa produksi sendiri,” tambahnya.

Hal lain yang membuat Indonesia cocok dijadikan pusat produksi vaksin global adalah cuaca yang stabil, kata Netty.

“Kita negara tropis dengan hanya dua musim, musim hujan dan kemarau yang kondisi cuacanya lebih stabil sehingga tidak perlu khawatir soal perubahan cuaca yang tidak terprediski atau ekstrem. Kondisi alamiah ini tentu dapat dijadikan nilai tawar di hadapan WHO,” tambah Netty.

Oleh karena itu, menurut Netty, pemerintah perlu berstrategi agar peluang ini tidak hilang.

“Indonesia memenuhi syarat untuk menjadi pusat produksi vaksin global. Apabila peluang ini lepas, maka kita akan merugi. Bukan soal hitungan kerugian material, tapi yang lebih penting adalah hilangnya kesempatan membangun kemandirian di bidang farmasi,” katanya.

Penanganan Covid-19 RI Terbaik, Denny Siregar: Udah Jarang Banget Ada Ucapan Duka di Medsos
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait