Jitunews.Com
9 September 2021 21:32 WIB

Tinjau RSUD Jayapura Hingga Puskesmas Ywan Keroom, Menko PMK Minta Ada Perbaikan Sanitasi

keberadaan MCK yang memadai sangat dibutuhkan untuk menangani masalah penyakit khususnya dalam hal pencegahan.

Menko PMK, Muhadjir Effendy (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Pandemi Covid-19 tidak mengalihkan sepenuhnya perhatian pemerintah dalam upaya penanganan penyakit, baik penyakit menular maupun tidak menular. Salah satunya dengan memperbaiki sanitasi dan lingkungan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan masih banyak penyakit yang perlu diwaspadai di Papua, seperti infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), malaria, HIV/AIDS, lepra, stunting, juga Covid-19.

Berdasarkan laporan, di Puskesmas Arso Timur, Kabupaten Keroom, misalnya, kasus ISPA tahun 2020 mencapai 913. Disusul Malaria (845), Myalgia (450), Observasi Febris atau yang bisa menjadi gejala awal penyakit demam berdarah dan tifus (293), gastritis (226), dan berbagai penyakit lainnya hingga diare (66) dan hipertensi (61).



Menko PMK Sebut Kasus TB Seperti Fenomena Gunung Es

"Tadi saya sudah minta untuk ada perbaikan sanitasi lingkungan termasuk MCK (mandi cuci kakus). Saya juga setuju sekali di sini sudah ada MCK umum/komunal, 1 MCK untuk 5 KK. Saya kira itu sudah cukup bagus tapi yang terpenting saya ingatkan supaya ada tanggung jawab dibersihkan, jangan sampai kumuh, jangan sampai kotor," ujarnya usai kunjungan kerja di Kabupaten Keroom, Papua, Kamis (9/9/2021).

Menko PMK yang juga didampingi Bupati Keroom Piter Gusbager dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aloysius Giyai menyatakan bahwa masalah kebersihan lingkungan dan sanitasi dapat menjadi salah satu faktor pemicu berbagai penyakit. Oleh karenanya, keberadaan MCK yang memadai sangat dibutuhkan untuk menangani masalah penyakit khususnya dalam hal pencegahan.

Masih rangkaian kunjungan kerja di Papua, Menko PMK meninjau langsung pelayanan kesehatan di Puskesmas Ywan Keroom. Puskesmas afirmasi yang baru beroperasi sejak 2020 itu masih memerlukan banyak dukungan sarana prasarana, termasuk sumber daya manusia (SDM) kesehatan seperti tenaga kesehatan maupun dokter.

"Nanti alatnya akan saya mintakan ke Pak Menkes agar pelayanannya optimal untuk wilayah ini. Pak Bupati juga menyanggupi untuk penyediaan mobil jenazah dan ambulans (di Puskesmas Ywan Keroom). Dokter gigi juga saya minta Pak Bupati untuk segera rekrut," tutur Menko PMK.

Sementara itu, jelang penyelenggaraan PON XX Papua, ia pun kembali mengajak seluruh warga Papua untuk melakukan vaksinasi. Pasalnya hingga kini cakupan vaksinasi di beberapa wilayah aglomerasi Papua masih cukup rendah.

"Vaksinasi ini masih rendah padahal kita sedang mengejar target dan ini adalah wilayah aglomerasi untuk PON. Saya minta ditingkatkan targetnya lagi, terutama kesadaran masyarakat yang harus diperbaiki," pungkas Muhadjir.

Sebelumnya, Rabu (8/9), ia pun telah meninjau RSUD Kota Jayapura untuk memastikan pelayanan dasar seperti penanganan penyakit Tuberkulosis (Tb), HIV/AIDS, dan penyakit lainnya. Ke depan, prlayanan kesehatan masyarakat harus semakin baik, termasuk untuk Papua menuju Indonesia lebih sehat.

Ingatkan Para Dai, Menko PMK: Jangan Berdakwah dalam Keadaan Lapar
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait