Jitunews.Com
26 Agustus 2021 10:15 WIB

Heran Permen Wajib Dapat Persetujuan Presiden, PKS: Aneh Bin Ajaib, Mestinya Sudah Terlewati

Mardani menduga bahwa Perpres tersebut dibentuk karena ada dua hal, yakni kurangnya pengawasan dan adanya rasa tidak percaya presiden kepada menteri-menterinya.

(pkstv)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera mengaku heran dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 68 Tahun 2021 tentang Pemberian Persetujuan Presiden terhadap Rancangan Peraturan Menteri/kepala lembaga. Menurutnya, aturan yang  menyatakan bahwa peraturan menteri (permen) wajib mendapat persetujan dari presiden adalah hal yang aneh.

"Ini aturan yang aneh bin ajaib. Mestinya semua sudah terlewati. Presiden didukung Sekretaris Kabinet, Sekretaris Negara, Kantor Staf Presiden, dan banyak staf khusus," ujar Mardani kepada wartawan, Rabu (26/8/2021).

Mardani pun menduga bahwa Perpres tersebut dibentuk karena ada dua hal, yakni kurangnya pengawasan dan adanya rasa tidak percaya presiden kepada menteri-menterinya.



Kinerja DPR Periode 2019-2024 Dinilai Terburuk Sepanjang Sejarah, PKS Beri Tantangan ini ke Puan

"Jika masih ada aturan ini, maka bisa dua hal. Selama ini pengawasan tidak berjalan efektif dan kedua presiden tidak percaya pada menterinya," ucapnya.

"Publik wajib diberi penjelasan terkait hal ini," sambungnya.

Tidak Ada dalam Skema 3 Capres 2024, PKS Santai
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait