Jitunews.Com
23 Agustus 2021 09:17 WIB

Terima Kunjungan Kemenko Marves RI, Pertamina Siapkan Sarfas Bunkering MFO Rendah Sulfur

Indonesia bisa memberikan pelayanan terbaik untuk bunkering MFO low sulphur dan berani bersaing dengan negara tetangga.

Fuel Terminal Tanjung Gerem terima kunjungan dari Kemenko Marves RI (pertamina.com)

CILEGON, JITUNEWS.COM – PT Pertamina (Persero) melalui Fuel Terminal Tanjung Gerem menerima kunjungan dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) RI pada Jumat (20/8).

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut implementasi kerjasama bunkering, atau proses pemuatan minyak dari truk tangki ke kapal, untuk bahan bakar Marine Fuel Oil (MFO) sulfur rendah (low Sulphur), antara PT Pertamina Patra Niaga dengan Krakatau International Port (KIP).

Fuel Terminal Tanjung Gerem merupakan salah satu unit operasi Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat yang berlokasi di ujung barat pulau Jawa, yakni di Cilegon, Banten. Terminal BBM ini melayani penimbunan dan penyaluran BBM untuk wilayah Cilegon, Kabupaten Serang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Serang, dan Tangerang.



Tempat Ibadah Boleh Dibuka Saat PPKM Level 4, Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin?

“Sarana dan fasilitas Fuel Terminal Tanjung Gerem saat ini telah disiapkan untuk mengimplementasikan kerjasama layanan bunker MFO Low Sulphur sesuai standar International Maritime Organization atau IMO. Yang melayani bunker kapal maupun industri di wilayah Cilegon,” ungkap Unit Manager Communication, Relations & CSR Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan.

Hadir dari Kemenko Marves RI, Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Basilio Dias Araujo beserta tim yang diterima oleh Fuel Terminal Manager Tanjung Gerem Ade Sepriadi.  Basilio menyatakan bahwa dirinya optimis terhadap pengembangan bisnis MFO sulphur rendah di berbagai pelabuhan strategis.

“Melalui pengembangan bisnis MFO low sulfur di berbagai pelabuhan strategis, ke depannya, Indonesia bisa memberikan pelayanan terbaik (untuk bunkering MFO low sulphur) dan berani bersaing dengan negara tetangga lainnya,” tegas Deputi Basilio.

Atas kunjungan tersebut, Eko turut menyampaikan apresiasi kepada pihak Kemenko Marves RI.

“Kami ucapkan terima kasih atas kunjungan dari tim Kemenko Marves RI. Dimana hal ini merupakan bentuk dukungan dari pemerintah terkait pelayanan jasa bunkering. Ke depan, Fuel Terminal Tanjung Gerem akan terus meningkatkan kepasitas layanan termasuk untuk MFO, sehingga dapat menjadi salah satu sumber ekonomi yang mampu meningkatan pendapatan untuk negara,” tutur Eko.

Berkat Pertamina, Mie Ayam Myuna Tetap Eksis di Masa Pandemi
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait