Jitunews.Com
8 Agustus 2021 16:45 WIB

Banyak Warga Bohong, Alasan Penyaluran Bansos Lamban

Adapun 74.573 data calon penerima yang tercatat. Namun, data bersih atau tervalidasi sebanyak 63.268.

Bansos corona (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT))

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Sebanyak 100 ribu paket bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak PPKM di Kota Makassar hingga hari ini belum tersalurkan. Alasannya, bansos harus diterima oleh pihak yang benar-benar membutuhkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Rusmayani Madjid menyebut pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan penyaluran. Pemkot Makassar tak ingin ada warga yang menerima jenis bantuan lebih dari satu.

Misalnya, salah seorang warga tercatat sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) ataupun Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Sedangkan dalam aturan tidak diperbolehkan.



Beras Bansos Berkutu, LaNyalla: Kembalikan Bila Tak Layak Konsumsi

“Belum ada. Karena kita sangat hati-hati. Pertama kehati-hatian kita menyangkut data. Karena kita mau dia tidak tumpang tindih dengan yang sudah pernah terima PKH dan sebagainya. Terus yang kedua kita harus kehati-hatian dalam rangka pengadaan barangnya,” kata Rusmayani, dilansir dari Fajar.co.id, Minggu, (8/8).

Adapun 74.573 data calon penerima yang tercatat. Namun, data bersih atau tervalidasi sebanyak 63.268. Jadi, ada sekitar 11.305 yang bakal dikembalikan ke kecamatan.

“Dikembalikan ke kecamatan kelurahannya, untuk lihat kembali ini. Cari kembali siapa lagi yang bisa dapat, yang bisa memperoleh bantuan,” jelas Rusmayani.

Dia menjelaskan, ditemukan banyak data warga yang diduga berbohong setelah dilakukan validasi. Rusmayani memastikan data yang sudah memperoleh jenis bantuan lainnya akan digugurkan.

Kawal Penyaluran Bansos di Kabupaten Barito, Menko PMK: 90% BST Telah Disalurkan
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait