Jitunews.Com
28 Juli 2021 20:00 WIB

PM Pakistan Bilang AS Bikin Konflik Afghanistan Semakin Berantakan

Perdana Menteri Pakistan menyayangkan sikap AS yang tidak serius dalam mengupayakan penyelesaian konflik Afghanistan-Taliban secara politik

Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan (Al Jazeera)

ISLAMABAD, JITUNEWS.COM - Perdana Menteri Pakistan Imran Khan pada Selasa (27/7) mengatakan bahwa Amerika Serikat sudah membuat situasi di Afghanistan semakin "berantakan" dengan berupaya mencari solusi militer atas konflik yang tengah berlangsung di negara tersebut.

"Dan orang-orang seperti saya yang terus mengatakan bahwa tidak ada solusi militer, yang mengetahui sejarah Afghanistan, kami disebut...sebagai orang anti-Amerika. Saya pernah dipanggil sebagai Taliban Khan," kata sang Perdana Menteri dalam sebuah sesi wawancara dengan siaran televisi AS, PBS.

Khan juga mengeluh tentang janji AS yang selama ini menyatakan siap untuk mengupayakan penyelesaian konflik Afghanistan secara politis, namun tidak pernah diwujudkan. Ia menyebut jika AS sudah kehilangan "bargaining power" di Afghanistan saat jumlah pasukan koalisi NATO di negara tersebut ditarik keluar dan hanya menyisakan sekitar 10 ribu personil.



Bertemu dengan Menlu China, Delegasi Taliban Bahas Situasi Keamanan Afghanistan

"Jadi, Taliban duduk dengan pihak lainnya dan membentuk sebuah pemerintahan yang inklusif. Ini hasil terbaiknya," ujar Khan.

"Tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan, kecuali semaksimal mungkin mendorong mereka untuk mengupayakan penyelesaian (konflik) secara politik," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Imran Khan juga membantah bahwa pihaknya selama ini sudah menyediakan bantuan, baik berupa finansial maupun militer, kepada para pejuang Taliban melawan pasukan pemerintah Afghanistan (ANSF), sebuah tuduhan yang dilontarkan oleh pemerintah Afghanistan.

"Intelijen memperkirakan adanya indikasi masuknya lebih dari 10 ribu para pejuang jihad dari Pakistan dan sejumlah wilayah lain (ke Afghanistan) pada bulan lalu," kata Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pada 16 Juli lalu.

Menanggapi hal tersebut, Khan mengaku jika otoritas Afghanistan tidak memiliki bukti yang cukup untuk menguatkan tuduhan tersebut.

"Saat mereka mengatakan jika Pakistan telah memberikan tempat berlindung bagi Taliban, lalu dimana tempat tersebut berada? tanya Khan.

Disebut Segera Bentuk Pasukan Militer Gabungan dengan Azerbaijan, Begini Klarifikasi Parlemen Turki
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait