Jitunews.Com
26 Juli 2021 19:46 WIB

Tabung Oksigen di Kaltim Menipis, Menko PMK Minta Perusahaan Besar Bantu

Muhadjir mendapatkan laporan, kebutuhan oksigen medis di Kalimantan mencapai 65 ton perhari

Muhadjir Effendy (Kemenko PMK)

BALIKPAPAN, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut kebutuhan oksigen medis dalam masa Pandemi Covid-19 dan PPKM di Provinsi Kalimantan Timur sudah sangat mendesak.

Muhadjir mendapatkan laporan, kebutuhan oksigen medis di Kalimantan mencapai 65 ton perhari. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 ton masih defisit belum dapat terpenuhi. Hal itu, katanya, dikarenakan Kalimantan hanya ada tiga produsen oksigen.

"Karena itu dari pihak produsen juga sudah berusaha mendatangkan oksigen dari luar daerah. Terutama dari pulau Sulawesi, yaitu di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara," ujar dia saat mengecek ketersediaan oksigen di PT Surya Biru Murni Acetylene, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Senin, (26/7).



Gelontorkan Program Perlindungan Sosial, Pemerintah Berharap Bisa Kurangi Angka Kemiskinan

Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan, ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur juga menjadi permasalahan. Dia mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di Kalimantan Timur sudah semakin menipis.

"Sekarang mendesak adalah kebutuhan tabung oksigen, terutama yang 6 meter kubik karena itu sangat dibutuhkan masyarakat dan RS yang tangki oksigen liquidnya sangat berkurang," ucapnya.

Muhadjir mengimbau perusahaan-perusahaan besar yang ada di Kalimantan Timur dan sekitarnya agar dapat membantu memenuhi kebutuhan oksigen sebagai program Corporate Social Responsibility (CSR).

Dia menerangkan, perusahaan-perusahaan dapat meminjamkan tabung-tabung oksigen yang tidak dimanfaatkan kepada pabrik-pabrik dan filling station oksigen yang ada di Kalimantan Timur.

"Saya sangat mengapresiasi ada beberapa perusahaan yang juga sudah meminjamkan tabungnya. Ada PT Pupuk Kaltim, PT Kaltim Methanol. Saya mohon semuanya ikut berpartisipasi pinjamkam saja tabung karena ini betul-betul sangat dibutuhkan," terangnya.

Selain itu, kata dia, akan lebih baik lagi jika perusahaan-perusahaan besar memberikan sumbangan oksigen kepada RS dan masyarakat dari produsen luar wilayah Kalimantan Timur untuk menambah pasokan oksigen dan tidak membebani pasokan yang ada.

"Kalau perusahaan ingin memberikan sumbangan oksigen kepada masyarakat, kepada RS supaya jangan mengambil di produsen kalimantan timur. Diusahakan diambil dari luar," ucapnya.

Muhadjir juga mengimbau masyarakat yang memiliki cadangan tabung oksigen untuk bisa bergotong royong membantu sesama warga yang membutuhkan oksigen.

"Kalau belum digunakan dan ada tetangga warga sebelahnya yang lebih membutuhkan supaya dipinjamkan dulu," katanya.

"Saya kira kalau masyarakat, pihak swasta ikut bersama-sama membantu saya kira kebutuhan yang sangat mendesak ini akan terpenuhi khususnya di Kalimantan Timur dan sekitarnya," pungkas Menko PMK

Dalam kesempatan peninjauannya di PT Surya Biru Murni Acetylene, Menko PMK didampingi oleh Sekda Kaltim M Jauhar Effendi dan Direktur Operasional PT Surya Biru Murni Acetylene Iwan Sanyoto.

Iwan Sanyoto selaku Direktur Operasional menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya untuk menjaga kebutuhan oksigan medis dengan menghentikan penjualan kebutuhan industri.

"Semua alokasi kita kasihkan ke medis semua. Yang selama ini ke industri kita kasihkan ke medis," tuturnya.

Menko PMK Sebut Pengendalian Kebijakan Penanganan Covid-19 Tak Bisa Dilakukan dari Belakang Meja
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait