Jitunews.Com
18 Juli 2021 05:00 WIB

Puji Jokowi Setop Vaksin Berbayar, Firli: KPK Telah Ingatkan Potensi Korupsi

Firli yakin potensi korupsi akan terjadi apabila vaksin berbayar tetap dilanjutkan

Ketua KPK Firli Bahuri (Dok. Jitunews/Khairul)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Ketua KPK Firli Bahuri memuji keputusan Presiden Joko Widodo yang telah mencabut rencana vaksin corona berbayar. Ia menyebut keputusan Jokowi sudah tepat.

"Berdasarkan catatan-catatan yang dimiliki KPK, keputusan presiden adalah yang terbaik. Dan KPK menyambut baik wejangan presiden untuk seluruh pejabat negara agar memiliki sense of crisis di masa pandemi COVID-19 ini," kata Firli kepada wartawan, Sabtu (17/7/2021).

Firli mengatakan bahwa KPK dari awal tidak mendukung rencana vakin corona berbayar karena berpotensi untuk dikorupsi. Ia menyebut vaksin berbayar yang dinamakan Vaksin Gotong Royong (GR) itu masih memiliki tata kelola yang kurang baik.



Presiden Jokowi Batalkan Vaksin Berbayar, Fadli Zon: Alhamdulillah Suara Rakyat Didengarkan

"Catatan KPK dalam rapat koordinasi pelaksanaan vaksin mandiri dan gotong royong tanggal 12 Juli 2021 bersama Menko Marvest, Menkes, Menteri BUMN, Kepala BPKP dan Jaksa Agung adalah tidak mendukung vaksin GR melalui Kimia Farma karena efektifitasnya rendah sementara tata kelolanya sangat beresiko korupsi," kata Firli.

Ia sangat yakin potensi korupsi akan terjadi apabila vaksin berbayar tetap dilanjutkan. Ia pun bersyukur karena Jokowi telah menerima masukan-masukan dari pihaknya sehingga membatalkan rencana vaksin berbayar.

"KPK telah memberikan pandangan hukum terkait potensi korupsi yang bisa terjadi serta masukan strategis jika harus tetap terlaksana, meski KPK telah memberi pandangan tetapi wewenang tersebut tetap milik kementerian dan lembaga terkait," ujarnya.

"Adapun hasil rapat itu tentu diketahui oleh presiden," pungkasnya.

Jokowi Ingatkan Sense of Crisis, Ngabalin: Supaya Semua Bisa Bekerja
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait