Jitunews.Com
8 Juli 2021 05:30 WIB

Desak Pemerintah Minta Maaf Gagal Kontrol Covid, Kaolisi LSM: Berikan Solusi Konkret!

Pemrintah diminta mengambil tindakan luar biasa untuk menekan laju Covid-19 yang kian mengkhawatirkan

Ketua Bidang Advokasi YLBHI, Muhammad Isnur (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Perwakilan Koalisi Masyarakat untuk Kesehatan Publik, Muhammad Isnur mengatakan bahwa pihaknya mendesak pemerintah untuk menyampaikan permohonan maaf kepada rakyat atas situasi pandemi yang semakin mengganas. Pihaknya, meminta pemerintah mengambil langkah konkret untuk menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Salah satunya meminta maaf kepada publik atas situasi ini dan memberikan solusi bantuan konkret terhadap keluarga yang berjuang mendapatkan perawatan rumah sakit/ICU/dan layanan medis lainnya," kata Isnur dalam keterangan tertulis, Rabu (7/7/2021).

Isnur meminta agar pemerintah segera mengevaluasi kebijakan pengendalian Covid-19 yang dinilainya buruk. Ia mengatakan bahwa kebijakan harusnya diambil untuk menekan kasus Covid, namun kata dia, kasus justru terus meningkat setiap harinya.



AHY: Mampukah Negara Selamatkan Rakyat dari Covid?

"Termasuk juga kebijakan penanganan yang terpadu antardaerah. Menertibkan para spekulan yang memanfaatkan situasi ini dengan menaikkan harga obat-obatan, dengan cara menyediakan dan mendistribusikan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah berhenti melakukan pencitraan dengan menyebut kondisi dalam keadaan baik. Ia justru meminta pemerintah terbuka dengan kondisi pandemi saat ini, termasuk kondisi fasilitas kesehatan. Menurutnya, keterbukaan bisa membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan sehingga bisa taat menerapkan protokol kesehatan.

"Pemerintah gagal untuk menyediakan layanan fasilitas kesehatan masyarakat dalam kondisi darurat," lanjutnya.

Diketahui, Koalisi Masyarakat untuk Kesehatan Publik tersebut terdiri dari beberapa koalisi di antaranya yaitu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, Amnesty International Indonesia, ICW, Koalisi Warga Lapor COVID-19, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Kurawal, hingga Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

13 Nakes DKI Meninggal Sepekan Padahal Sudah Divaksin, Anies Sebut Gegara Hal Ini
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait