Jitunews.Com
18 Juni 2021 08:22 WIB

Porang Angkat Harkat Warga, Menko PMK: Saya Jadi Saksi Hidup

Tanaman porang punya andil besar dalam mengentaskan kemiskinan di Madiun.

Menko PMK bersama Mentan dan Gubernur Jatim, panen porang di hutan Madiun (kemenkopmk.go.id)

JADI HARTA KARUN

Dalam kesempatan itu, Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, saat ini Presiden telah memerintahkan agar porang bisa menjadi komoditas pertanian unggulan Indonesia. Dia menyampaikan, Presiden meminta agar porang bisa menjadi harta karun untuk meningkatkan ekonomi Indonesia dengan hilirisasi produk.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa mengatakan, saat ini pihaknya bersama Kementan telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani porang. Selain itu, dia mengatakan, pemerintah Jawa Timur juga telah membuat keputusan untuk melarang ekspor porang dalam bentuk bibit demi kelangsungan pertanian porang di Indonesia.



Bandung Raya Siaga 1, Menko PMK Minta Prokes Diperketat

Untuk diketahui, tanaman Porang atau dalam bahasa latin Amorphophallus Muelleri merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak dijumpai di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Flores. Tanaman ini biasanya dianggap sebagai tanaman liar tak bermanfaat oleh masyarakat.  Masyarakat di kawasan hutan jati di Jatim sudah sejak lama membudidayakan porang.  Pemanfaatkan lahan di bawah pepohonan hutan ini makin berkembang karena didukung Perhutani dan pemerintah. Porang mudah tumbuh  tanpa perawatan yang rumit.

Kini tanaman porang tengah naik daun. Bahkan sampai pasar mancanegara, seperti China, Korea, Jepang, Australia, Vietnam, dan Taiwan mengincar produk-produk olahan umbi porang, seperti tepung porang dan chips (irisan kering) porang dengan harga yang cukup menjanjikan.

Saat meninjau ke pengepul porang, Muhadjir mendapat keterangan, bahwa harga per kilo basah Rp 7.200. Setelah diiris dan dijemur kering (chips) jadi seharga Rp 50 ribu per kg.

Selain di dalam tanah yang bisa menghasilkan umbi 10 kg per buah, porang juga menghasilkan umbi kecil di sela daun (katak). Katak ini juga laku keras dijual sebagai bibit. Per kg bisa sampai Rp 255 ribu.

Kunjungi Desa 'Lockdown' karena Kluster Hajatan di Madiun, Meko PMK: Tidak Boleh Kunci Seluruh Daerah!
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait