Jitunews.Com
16 Juni 2021 20:30 WIB

Afrika Selatan Perketat Aturan Pembatasan Usai Kasus Infeksi Covid-19 Melonjak

Presiden Afrika Selatan mengumumkan bahwa pihaknya terpaksa memperketat aturan pembatasan menyusul peningkatan jumlah infeksi Covid-19 yang cukup signifikan dalam dua pekan belakangan ini.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa (istimewa)

PRETORIA, JITUNEWS.COM - Afrika Selatan dikabarkan telah kembali memperketat aturan pembatasan sosial menyusul peningkatan kasus infeksi Covid-19.

Presiden Cyril Ramaphosa, pada Selasa (16/6) mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini telah mengancam sistem layanan kesehatan di sejumlah kawasan di negara tersebut, dimana jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit meningkat hingga 59 persen dalam kurun waktu dua pekan terakhir.

Aturan jam malam di Afrik Selatan juga diperpanjang selama satu jam setiap harinya mulai dari pukul sepuluh malam hingga empat pagi, sementara jumlah warga yang mengikuti acara-acara yang digelar di dalam ruangan dibatasi maksimal 50 orang, dan maksimal seratus orang jika acara tersebut digelar di luar ruangan.



Mayoritas Warga Sudah Disuntik Vaksin, Semua Aturan Pembatasan Sosial di New York Segera Dicabut

"Prioritas kami saat ini adalah memastikan ketersediaan ruang perawatan rumah sakit, jumlah petugas medis, jumlah ventilator dan tabung oksigen yang akan diberikan kepada setiap orang yang memerlukan," kata Ramaphosa, dikutip Al Jazeera.

"Masifnya peningkatan kasus infeksi baru berarti kita sekali lagi harus memperketat aturan pembatasan pada pergerakan dan kerumunan orang," tambahnya.

Sejauh ini, Afrika Selatan merupakan negara yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19 di benua tersebut, dengan jumlah kasus infeksi Covid-19 secara total mencapai 1,7 juta dengan 58 ribu kematian.

China Tak Akan Biarkan Taiwan Merdeka dengan Bantuan Pasukan Asing
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait