Jitunews.Com
12 Juni 2021 10:01 WIB

Presiden Venezuela Desak AS Segera Cairkan Dana Pembayaran Vaksin Covid-19 Mereka

Nicolas Maduro meminta pemerintah AS segera mencabut pemblokiran terhadap dana pembayaran vaksin Covid-19 Venezuela untuk program COVAX

Presiden Venezuela Nicolas Maduro (istimewa)

CARACAS, JITUNEWS.COM - Presiden Venezuela Nicolas Maduro meminta pemerintah AS untuk segera membebaskan dana yang dibayarkan negaranya untuk mendapatkan pasokan vaksin Covid-19 melalui skema COVAX.

“Ini adalah pencurian kriminal yang harus mendapatkan sanksi pidana, tindakan kriminal Amerika Serikat terhadap Venezuela. Saya menuntut pemerintahan Joe Biden berhenti memblokir uang untuk pembelian vaksin, ”kata Maduro dalam pidatonya pada Jumat (11/6).

Pada kesempatan tersebut, Maduro menekankan bahwa fasilitas COVAX telah menerima dana yang cukup dari Venezuela sehingga pengiriman vaksin seharusnya dapat segera dimulai.



China Tingkatkan Anggaran Belanja Militer, Begini Reaksi Menhan AS

“Sistem COVAX telah menerima dana yang cukup untuk segera mulai memasok vaksin. Tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Kami membayar lebih dari $100 juta," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengumumkan bahwa dirinya sudah menerima surat dari pejabat COVAX yang menyatakan bahwa empat pembayaran dengan total sekitar $4,6 juta telah diblokir. Secara keseluruhan, Caracas telah melakukan 12 pembayaran dengan jumlah total lebih dari $100 juta.

"Venezuela sudah membayar semua komitmennya dengan mekanisme COVAX untuk mendapatkan vaksin. Tapi, bank (UBS) secara sepihak "memblokir" pembayaran terakhir dan (pembayaran) itu dalam proses investigasi, (Ini) sebuah tindak kejahatan!" kata Arreaza dalam postingan Twitternya.

Seperti diketahui, sejak 2017 lalu, AS sudah menjatuhkan sanksi terhadap Venezuela sebagai upaya memaksa Nicolas Maduro mengundurkan diri dari jabatannya sebagi presiden. Maduro dituduh telah melakukan banyak tindak korupsi, pelanggaran HAM dan melakukan tindak kecurangan pada pilpres 2018 sehingga bisa kembali terpilih.

Mantan Kepala Mossad Beberkan Operasi Intelijen yang Sudah Mereka Lakukan terhadap Iran
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait