Jitunews.Com
2 Juni 2021 13:53 WIB

Viral Bupati Alor Marahi Staf Kemensos, Risma Beri Pembelaan Ini

Alor adalah salah satu wilayah yang paling terdampak parah akibat bencana banjir sehingga jaringan seluler terputus.

Tri Rismaharini (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menanggapi viralnya sebuah video yang memperlihatkan Bupati Alor, Amon Djobo tengah memarahi stafnya dan menyindir dirinya terkait pembagian bansos program keluarga harapan (PKH) yang tidak melewati pemda namun dibagikan oleh DPRD setempat. Ia pun menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan bantuan PKH, melainkan bantuan bencana.

"Saya jelaskan ya, jadi sebetulnya itu bantuan bukan PKH, tapi bantuan untuk bencana," kata Risma di Gedung Indonesia Menggugat (GIM) Kota Bandung, Rabu (2/6/2021).

"Jadi kalau bantuan dari bencana ya gimana kita saat itu, saya sendiri saya ngirim barang saat itu dari Jakarta jauh. Kita ingin cepat kirim dari Surabaya karena saya kalau dari Surabaya punya angkutan itu gratis tapi kita tetap tidak bisa masuk ke pulau itu," sambungnya.



Tak Kepikiran Nyapres, Risma: Aku Enggak Punya Duit

Risma mengaku saat itu sudah menghubunngi pihak Alor untuk menerima dan mendistribusikan bantuan. Namun karena terkendala jaringan yang terputus, pihaknya hanya bisa terhubung dengan ketua DPRD Alor yakni Enny Anggrek.

"Saya hubungi, bagaimana kondisi di sana karena hampir seluruh NTT kena. Saya hubungi kepala dinas, staf saya nggak ada yang bisa karena memang saat itu jaringan terputus. Saya tanya siapa yang bisa saya hubungi saat itu, kemudian ada ketua DPRD (Enny) menyampaikan kami butuh bantuan, tapi tidak bisa (masuk)," ujarnya.

Lebih lanjut, Risma menegaskan bahwa tidak ada kepentingan apapun dalam pemberian bantuan melalui DPRD Alor. Ia mengatakan bahwa Alor adalah salah satu wilayah yang paling terdampak parah akibat bencana banjir sehingga jaringan seluler terputus.

"Saya tidak punya niat apapun terus begitu barang tidak bisa masuk beliau (Ketua DPRD) menawarkan bu itu ada paket dari Dolog yang ibu bisa ganti, karena kita tidak bisa merapat, bantuan karena cuacanya buruk sehingga syahbandar tidak bisa melaut kapal kapal semua berhenti," lanjutnya.

Kasus 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos, Camel Lubis: Bukti Bobroknya Pengelolaan Bansos
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait