Jitunews.Com
18 Mei 2021 10:30 WIB

AS dan Kanada Kembali Jatuhkan Sanksi terhadap Belasan Anggota Junta Militer Myanmar

Sanksi AS dan Kanada tersebut dikeluarkan sebagai respon atas tindakan brutal yang terus dilakukan oleh junta militer terhadap rakyat Myanmar dan kegagalan mereka merestorasi demokrasi di Myanmar.

(Ilustrasi) Pasukan militer Myanmar (sputniknews)

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (17/5) mengumumkan bahwa mereka telah memasukkan 19 individu dan dua lembaga Myanmar ke dalam daftar penerima sanksi.

Menurut keterangan Kementerian Keuangan AS, sanksi tersebut diberikan kepada Dewan Administrasi Negara (SAC), pemerintahan junta militer Myanmar, termasuk empat anggotanya dan sembilan menteri, serta tiga anak dari petinggi SAC.

Dengan sanksi tersebut, maka AS dapat menjatuhkan kebijakan embargo seperti pembekuan aset dan larangan visa, seperti yang mereka lakukan kepada semua pihak yang mereka anggap sebagai kelompok teroris, penjahat internasional atau pemerintahan otoriter.



Joe Biden Dukung Gencatan Senjata dalam Konflik Israel-Hamas

Sementara itu, Kanada juga memberlakukan sanksi tambahan terhadap pejabat junta militer dan sejumlah entitas di Myanmar.

"Menteri Luar Negeri Marc Garneau, hari ini mengumumkan sanksi tambahan terhadap 16 individu dan sepuluh entitas...sebagai respon atas tindakan penindasan brutal yang dilakukan oleh junta militer terhadap rakyat Myanmar dan penolakan mereka untuk mengambil langkah restorasi demokrasi," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Kanada, dikutip Sputniknews.

Sanksi yang dijatuhkan oleh Kanada tersebut nantinya dapat membekukan seluruh aset milik individu Myanmar yang disimpan di Kanada dan melarang warga Kanada untuk menjalin hubungan bisnis dengan mereka.

Stabilitas TimTeng Akan Terancam Jika Pertempuran Israel-Hamas Tak Segera Dihentikan
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait