Jitunews.Com
18 Mei 2021 10:00 WIB

Stabilitas TimTeng Akan Terancam Jika Pertempuran Israel-Hamas Tak Segera Dihentikan

Rusia dan Yordania mendesak komunitas internasional segera berupaya untuk menghentikan pertempuran antara Israel dengan rakyat Palestina

Serangan udara Israel ke wilayah Gaza (istimewa)

MOSKOW, JITUNEWS.COM - Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, pada Senin (17/5) mengatakan bahwa meningkatnya intensitas pertempuran dalam konflik Israel-Palestina sangat berbahaya terhadap sistem keamanan kawasan Timur Tengah yang sangat rentan.

"Kawasan Timur Tengah tidak terletak di belahan benua lain...tentu saja, konflik tersebut akan menimbulkan sebuah bahaya jika pertempuran terus berlanjut dan meningkat tidak terkendali, mengingat banyak negara (Timteng) memiliki hubungan yang sulit dan sistem keamanan kawasan secara umum sangat rentan," kata Peskov dalam konferensi pers, dikutip Sputniknews.

"Defisit yang besar dalam rasa saling percaya dan potensi konflik jangka panjang tentu saja tidak berkontribusi dalam stabilisasi kawasan. Tapi, sangat penting untuk mencegah peristiwa (pertempuran) ini bertransformasi menjadi skenario perang. Oleh karena itu, sebuah upaya yang sangat energetik harus dibuat oleh the Quartet...untuk menghentikan aksi saling serang ini," tambahnya.



UAS Ajak Galang Dana untuk Palestina, Politikus PDIP: Jangan Bohongi Rakyat dengan Jual Agama!

Sementara itu, Raja Yordania King Abdullah mengatakan kepada Sekertaris Jenderal PBB Antonio Guterres bahwa tindakan provokatif yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina telah menyebabkan eskalasi konflik, yang memicu terjadinya peningkatan ketegangan di kawasan.

Oleh karena itu, ia juga meminta "komunitas internasional harus ikut bertanggung jawab, bergerak secara aktif untuk menghentikan tindak kekerasan Israel di Jerusalem, dan agresi militer terhadap Gaza."

 

Joe Biden Dukung Gencatan Senjata dalam Konflik Israel-Hamas
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait