Jitunews.Com
23 April 2021 17:14 WIB

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pertamina Fasilitasi Bisnis Mitra Binaan 'Embroidery Agustine' Hingga ke Mancanegara

Beragam cara dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung para UMKM mitra binaannya bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dengan skema roadmap pembinaan

Pertamina Dukung Bisnis Mitra Binaan 'Embroidery Agustine' (Pertamina )

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Embroidery (bordir atau sulaman) adalah metode dekorasi sebuah kain dimana desainnya dijahit bersama benang berwarna atau benang rajutan. Keindahannya ada pada warna dari benang tersebut.

Awal seni menyulam ini dilakukan dengan tangan dan dibuat untuk menghias pakaian bangsawan. Namun, makin berkembangnya zaman, kini produk embroidery bisa dibuat untuk apapun, salah satunya patch atau hiasan dinding.

Agustine Siseliwati adalah pemilik usaha embroidery dari kota Bogor, yang memulai karir usahanya setelah pensiun dini akibat krisis moneter di tahun 1998.



Tips Jitu untuk Meningkatkan Penjualan Produk

Setelah satu tahun belajar fashion design di Rumah Mode, ia dia mulai membuka butik dirumahnya. Saat itu, pelanggannya merupakan tetangga maupun kerabat sekitat. Tidak sendiri, untuk proses menjahit dirinya dibantu oleh dua orang anak tuna rungu.

"Agustine Embroidery" akhirnya berdiri pada tahun 2001, dengan 11 orang pekerja.

Agustine bertekad menciptakan jenis usaha baru serta menciptakan lapangan kerja bagi lingkungan tempat tinggalnya.

"Kami menyediakan produk hasil kerajinan tangan dengan teknik bordir, menggunakan mesin bordir manual. Kami tetap memadukan desain minimalis moderen dan etnik Indonesia," tutur Agustine.

Terkendala mesin manual yang tidak dapat memenuhi pesanan dengan cepat, Agustine kemudian mencari cara bersinergi dengan pelaku usaha sejenis.

Di tahun 2009, Agustine Embroidery bergabung menjadi Mitra Binaan Pertamina. Berkat bimbingan dan arahan dari Pertamina, Agustine mengaku usahanya terus bekembang. Produk yang dihasilkan tidak hanya fashion saja, tetapi membuat juga produk-produk perlengkapan rumah seperti table cloth, table runner, cushion, coaster, curtain, lampu hias, plasmate dan lain-lain. Selain itu, usahanya berhasil meraup kenaikan omzet hingga lebih dari 50%.

Melalui program bimbingan, Pertamina banyak memberikan kesempatan kepada usaha Agustine untuk berpartisipadi dalam ajang pameran di dalam maupun luar negeri.

Beberapa pameran dalam negeri yang pernah diikuti antara lain Trade Expo Indonesia, Inacraft, Indo Craft, International Furniture & Craft Fair, Asean Women Cooperative & SME's Expo, Asian Games Palembang, dan Kriya Nusa.

Sedangkan pameran di luar negeri yang pernah diikuti antara lain Asian Expo London di Ingggris, Index (International Decoration Expo) di Dubai, Decorex (Decoration Expo) Johannerberg di Afrika Selatan, hingga pameran B2B di Bulgaria, Malaysia, dan Singapura.

Selain memfasilitasi keikutsertaan dalam berbagi pameran, Pertamina juga membekali Mitra Binaan dengan beberapa pelatihan seperti prosedur export, manajemen export dan simulasi, export coating and pricing, kiat sukses pameran dagang, dan coaching program.

Banyaknya pelatihan yang diikuti oleh Agustine membuat ia lebih percaya diri untuk mengembangkan produk-produknya agar dikenal di level mancanegara. Kini, beberapa produknya sudah dapat di expor ke Riyadh, Kuwait, dan Dubai.

Dibekali pengalaman mengikuti pameran serta pelatihan tentang expor, Agustine berhasil memperoleh penghargaan Smesco Award 2017 dari Kementrian Koperasi RI dalam Kategori Entrepreneur Inspiratif Berorientasi Expor.

“Penghargaan ini menambah semangat bagi kami untuk mengembangkan usaha ini lebih baik lagi," ujarnya.

Kondisi pandemi memang berdapak pada omzet Agustine Embroidery yang mengalami penurunan drastis hingga 80%. Namun dirinya gencar bergerak dan memproduksi barabg untuk pelanggan domestik.

Demi mempertahankan keberlangsungan usahanya, Agustine melakukan regenerasi kepada salah satu anaknya yakni Agustiandari Mayadewi, atau akrab disapa Dede.

Dengan menurunkan pengetahuannya kepada anaknya, ia berharap agar usahanya semakin berinovasi, lebih dikenal, dan dapat menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Beragam cara dilakukan PT Pertamina (Persero) untuk mendukung para UMKM mitra binaannya bangkit dari dampak pandemi Covid-19 dengan skema roadmap pembinaan. Mulai dari kondisi tradisional, menjadi Go Modern, Go Digital, Go Online, hingga Go Global. Seluruhnya diberikan kepada mitra binaan tanpa pandang bulu, untuk mendorong UMKM menjadi unggul dan mandiri.

Melalui program kemitraan, Unit Manager Communication, Relations & CSR Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan, mengatakan Pertamina terus mendukung pengembangan produk-produk UKM seperti yang dilakukan Agustine melalui usaha Agustine Embroidery. Menurutnya, jika UKM dapat naik kelas, maka diharapkan dapat menimbulkan multiplier effect yaitu terciptanya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Program kemitraan Pertamina bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha kecil dan mikro, agar dapat berkembang dan mandiri. Selain itu Pertamina juga bertujuan untuk terus mengimplementasikan poin 8 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Susainable Development Goals, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi,” jelas Eko.

 

DPR Kritik Langkah Pemerintah Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Hingga 5,1 Persen
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait