Jitunews.Com
16 April 2021 06:30 WIB

Sebut Kasus BLBI Bisa Jadi Pidana, Mahfud: Kalau Ada Penipuan Kita Tindak Lagi

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kasus pidana

Mahfud MD (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah melalui Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) bisa menjerat obligator dengan hukum pidana apabila tetap mangkir membayar utang ke nagara. Meskipun, pemerintah saat ini telah menetapkan kasus BLBI sebagai kasus perdata.

"Bukan tidak mungkin lho jadi pidana," kata Mahfud dalam acara Diskusi Satu Meja yang ditayangkan di akun YouTube Kompas TV, Rabu (14/4/2021).

Bukan tanpa sebab, Mahfud menjelaskan bahwa obligator telah memberikan jaminan ke negara berupa tanah dan barang lainnya. Namun ketika ditelusuri tanah dan barang terseut sudah dijual dan berubah nama kepemilikannya.



KLB Deli Serdang Ditolak Pemerintah, Mahfud Md Cuit Tentang SBY dan Moeldoko Begini

"Kalau dia menyerahkan jaminan barang ternyata pada saat dia menyerahkan ternyata sudah dia jual ke orang lain itu sudah menjadi tindak pidana lagi," ujarnya.

Mantan hakim konstitusi itu menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam apabila ditemukan kasus pidana. Ia mempersilahkan KPK dan masyarakat untuk mengawasi kasus yang sudah berjalan dua dekade tersebut.

"Yang penting perdatanya kita selesaikan dulu, kalau ternyata proses peralihan dari perdata itu ditemukan ada penipuan, ya silakan, kan bisa sebuah perjanjian perdata itu meskipun sudah eksekusi kalau cacat hukum kan bisa ditindak secara hukum lagi," pungkasnya.

Sebut Kasus BLBI Limbah Masa Lalu, Mahfud Md: Kami Tidak Ada Akan Lindungi Orang
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait