Jitunews.Com
8 April 2021 11:45 WIB

Menag Pengin Doa Semua Agama Dibacakan, Penulis Tere Liye: Jangan Lebay Sok Toleran!

Penggunaan doa agama yang mayoritas di satu tempat adalah hal yang biasa.

Tere Liye (brilio.net)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Penulis novel, Tere Liye ikut berkomentar soal keinginan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas agar kegiatan di lembaganya diisi dengan doa semua agama.

Tere Liye menilai wacana Menag itu berlebihan. Menurutnya, sikap toleran yang ditunjukkan Yaqut justru kebablasan.  

“Jangan lebay sok toleran,” tulis Tere Liye melalui akun Facebook-nya, dikutip pada Kamis (8/4).



Menteri Yaqut Disebut Kehilangan Akal, MUI: Ia Terobsesi dengan Persatuan dan Kesatuan

Penulis Novel ‘Hafalan Shalat Delisa’ ini menyebut penggunaan doa agama yang mayoritas di satu tempat adalah hal yang biasa.

“Saat saya mengisi acara di Flores. Maka ketika susunan acara berdoa, yang dibacakan adalah doa agama Kristen. Saat saya mengisi acara di Bali, saat berdoa, yang dibacakan adalah doa agama Hindu,” ujar Tere Liye.

“Saat saya di Aceh, yang dibacakan adalah doa agama Islam. Biasa saja. Dan memang begitulah bagusnya. Siapa yg mayoritas di sana, pas giliran baca doa, maka doa agamanya yang dibacakan,” lanjutnya.

Dia memandang Menteri Agama seolah memaksakan diri agar dianggap toleran oleh masyarakat. Tere menambahkan, pemakaian doa semua agama di sebuah acara justru menyita waktu.

“Kan repot, buat apa? Buang-buang waktu, lama. Padahal peserta sudah lapar pengin makan. Cukup 1 saja. Yang mayoritas,” jelasnya.

“Jika di kantor itu mayoritas agama A, kita maksa baca doa agama B, agar seolah-olah toleran, itu jadinya tidak nyambung,” tambahnya.

Menag Diminta Bahas Pembacaan Doa Semua Agama dengan MUI, Ferdinand: Penentu Kebijakan adalah Pemerintah, Bukan Ormas
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait