Jitunews.Com
6 April 2021 18:45 WIB

AS Prediksi Komunikasi Washington-Teheran soal Perjanjian Nuklir Tidak Akan Mudah

Juru bicara Kemenlu AS memprediksi jika pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS mengenai perjanjian nuklir tidak akan berjalan dengan mudah

Iran-AS (CGTN)

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Pemerintah Amerika Serikat pada Senin (5/4) memprediksi jika pembicaraan tidak langsung dengan pemerintah Iran mengenai upaya kedua negara kembali mematuhi aturan perjanjian nukir 2015 atau JCPOA sulit untuk dilakukan.

Pada Jumat akhir pekan lalu, Iran dan AS menyatakan bersedia menggelar pembicaraan secara tidak langsung di Vienna, Austria, mulai Selasa (6/4), sebagai salah satu upaya menegakkan aturan perjanjian nuklir Iran 2015 yang secara resmi disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama atau Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

Iran selama ini menolak untuk menggelar diskusi dengan AS secara langsung terkait hal tersebut, sementara juru bicara kemenlu AS Ned Price mengatakan bahwa Amerika Serikat masih membuka kemungkinan dialog empat mata dengan Iran.



Mantan Penasihat Keamanan AS Desak Norwegia Batalkan Perjanjian Perdagangan dengan China

"Kita tidak meremehkan skala tantangan yang ada di depan," kata Price, dikutip CNA.

"Kami tidak memperkirakan adanya terobosan awal yang dapat tercapai karena diskusi ini, mengingat pembahasan ini kami perkirakan akan sangat sulit," tambahnya.

Ned Price menambahkan bahwa perwakilan khusus AS untuk Iran Rob Malley, yang merupakan salah satu pejabat senior, akan memimpin delegasi AS dalam pembicaraan tersebut.

Seperti diketahui, perjanjian JCPOA sendiri ditanda-tangani oleh Iran dan enam negara besar di dunia, yakni Inggris, China, Perancis, Jerman, Rusia dan Amerika Serikat. Dalam perjanjian tersebut, semua sanksi yang dijatuhkan oleh AS dan negara lain terhadap Iran harus dicabut. Sebagai gantinya, Iran bersedia menghentikan program pengembangan nuklirnya.

Namun, pada 2018 lalu, Presiden AS waktu itu, Donald Trump, membawa AS keluar dari perjanjian nuklir tersebut dan kembali menjatuhkan sanksi terhadap Iran. Hal itu membuat Iran mulai melakukan sejumlah pelanggaran terhadap aturan perjanjian nuklir JCPOA.

Krisis Imigrasi di Perbatasan AS-Meksiko, Perwakilan AS Kunjungi Presiden Guatemala
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait