Jitunews.Com
6 April 2021 18:15 WIB

Krisis Imigrasi di Perbatasan AS-Meksiko, Perwakilan AS Kunjungi Presiden Guatemala

Ricardo Zuniga, perwakilan khusus pemerintah AS, melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Amerika Tengah untuk membahas masalah krisis imigran ilegal di perbatasan AS-Meksiko

Gelombang imigran yang mencoba masuk ke wilayah AS (istimewa)

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Perwakilan khusus Presiden AS Joe Biden ke sejumlah negara di kawasan Amerika Tengah, Ricardo Zuniga, memulai kunjungannya kerjanya ke dua negara dengan menggelar pertemuan dengan Presiden Guatemala Alejandro Giammattei pada Senin (5/4) siang.

Dilansir dari Reuters, kunjungan Zuniga ke wilayah Amerika Tengah tersebut dilakukan usai jumlah imigran ilegal yang mayoritas berasal dari Guatemala, El Salvador dan Honduras, yang mencoba masuk ke AS melalui perbatasan Meksiko belakangan ini semakin meningkat.

Sementara itu, pemerintah Guatemala tidak mau menjelaskan secara detail isi pertemuan antara Presiden Alejandro Giammattei dengan sejumlah delegasi AS pada Senin (5/4) tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa pembicaraan yang lebih lanjut mengenai perkembangan ekonomi, keamanan dan imigrasi akan digelar pada Selasa (5/4) ini.



Selandia Baru Mulai Ijinkan Wisatawan Australia Masuk Tanpa Karantina

Dalam pernyataan tertulisnya, Gedung Putih mengatakan bahwa setelah berkunjung ke Guatemala, Zuniga dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke El Salvador pada pekan ini.

Meski tidak dijadwalkan untuk mengunjungi Honduras dalam perjalanannya, Zuniga dikabarkan sudah melakukan pembahasan mengenai isu imigrasi secara komprehensif dengan Menteri Luar Negeri Honduras Lisandro Rosales pada Jumat pekan lalu.

Seperti diketahui, Amerika Serikat belakangan ini menghadapi gelombang imigran ilegal yang mencoba menerobos masuk ke wilayahnya melalui Meksiko. Meningkatnya jumlah imigran ilegal yang ditahan oleh petugas perbatasan AS tersebut memicu terjadinya krisis kemanusiaan.

Sejumlah tokoh pejabat pemerintah negara bagian dan mantan presiden Donald Trump menilai krisis kemanusiaan tersebut dipicu oleh kebijakan Presiden Joe Biden melonggarkan aturan imigrasi.

Mantan Penasihat Keamanan AS Desak Norwegia Batalkan Perjanjian Perdagangan dengan China
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait