Jitunews.Com
26 Maret 2021 20:40 WIB

Kisah Sambal Kemasan Milik Eka, Mitra Binaan Pertamina

Program kemitraan Pertamina bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pembinaan UMKM.

Sambalekoy milik Eka, UMKM binaan Pertamina (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Eka Dji Djaelani tak pernah mengira jika hobinya mengkonsumsi makanan pedas memberikan ilham untuk memulai usaha pembuatan sambal kemasan. Dengan ketekunannya bereksperimen, kini ia memiliki usaha Sambalekoy untuk menambah penghasilan keluarga.

Menurut perempuan berusia 36 tahun tersebut, awalnya ia selalu membawa sambal buatannya ke kantor sebagai pelengkap makan siang bersama teman-teman sejawat.

“Ternyata teman-teman suka dengan sambal buatan saya. Akhirnya pada 2017 saya membuat sambal kemasan tanpa label. Alhamdulillah, respons teman-teman kantor sangat positif,” ujar Eka, Jumat (26/3).



Marning Jagung, Bergizi serta Murah untuk Kesehatan

Dari situ, Eka belajar membuat sambal agar tidak cepat basi, cara mengemasnya, dan membuat label sambal kemasan tersebut. “Saya melihat proses pembuatan sambal kemasan dari YouTube. Agar makin dikenal orang, saya kasih label Sambalekoy. Saya juga minta tolong teman untuk mendesain stiker yang ditempel di kemasannya,” katanya.

Eka mengakui, upayanya menambah penghasilan keluarga di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan dan ibu dua anak tidak berjalan mulus. Banyak kegagalan yang ia rasakan ketika merintis usahanya, seperti rasa kurang pas ketika diproduksi dalam jumlah banyak, kemasan kurang bagus, dan lain-lain. Namun ia tak pernah patah arang.

“Semua itu adalah proses yang harus saya lalui. Memulai usaha dari nol tidak hanya membutuhkan kalkulasi yang matang, tetapi juga yang terpenting dibutuhkan ketekunan dan keikhlasan dalam menjalaninya sehingga tidak mudah menyerah. Selain itu, faktor higienitas harus diperhatikan dalam proses produksi,” ceritanya.

Perlahan tapi pasti, dengan dua varian rasa sambal, yaitu rasa teri medan dan rasa ikan peda, Sambalekoy mulai banyak peminatnya. Ia memang tidak sungkan menawarkan produknya kepada orang-orang yang ditemuinya. Selain itu, para penikmat sambal pasti akan ketagihan merasakan Sambalekoy sehingga memesan lagi.

Meningkatnya pesanan membuat Eka mempekerjakan dua tenaga lepas untuk membantu proses produksi. Selain itu, mulai 2018, Eka memberanikan diri menjadi mitra binaan Pertamina. Setelah disurvei, usahanya pun mendapatkan pinjaman modal untuk memenuhi pesanan Sambalekoy.

“Saya tertarik menjadi mitra binaan Pertamina karena ingin melebarkan sayap pemasaran melalui pameran. Di pameran, saya bisa  bertemu langsung dengan konsumen dari berbagai kalangan. Alhamdulillah, sekarang produk saya mulai banyak dikenal konsumen bahkan hingga ke negara tetangga karena Sambalekoy dipasarkan di salah satu gerai mitra binaan milik Pertamina di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta. Penjualan pun lumayan meningkat,” tutur Eka.

Selain itu, Eka juga mendapatkan dukungan dari Pertamina berupa pelatihan manajemen. Salah satunya pelatihan digital agar dapat mempromosikan produknya di marketplace, seperti Shopee, Tokopedia, termasuk memasukkan Sambalekoy ke pasar dagangan  pasar digital (PADI)  BUMN. Ia juga aktif menjajakannya di beberapa kanal media sosial, di antaranya di Instagram dan facebook @sambalekoy.

Namun, sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, penjualan Sambalekoy menurun sekitar 60 persen. Eka mengungkapkan, biasanya ia bisa memperoleh omzet Rp5 juta per bulan. Saat ini ia hanya bisa mengantongi penghasilan Rp2 juta per bulan.

“Kebijakan PSBB mempengaruhi penjualan karena konsumen saya  banyak yang berasal dari perkantoran. Untuk menyiasatinya, saya jemput bola dengan melakukan promo melalui WhatsApp ke pelanggan tetap Sambalekoy.  Jadi mereka pesan lagi. Saya juga memberikan promo dan membentuk jaringan reseller ke beberapa kota, seperti Karawang dan Bandung,” ucapnya.

Beragam inovasi tersebut merupakan bagian dari hasil binaan Pertamina. Karena itu ia berharap, Pertamina dapat tetap membantu UMKM di Indonesia seperti dirinya. “Saya merasakan sendiri manfaat yang didapat dengan menjadi mitra binaan Pertamina. Peluang dan dukungan yang diberikan BUMN ini memberikan kesempatan pada saya untuk berkembang dan menciptakan lapangan kerja bagi orang-orang di sekitar saya. Yang tak kalah penting sebagai UMKM kita tidak boleh malas mencari ide-ide baru dan mampu menangkap peluang yang diberikan,” ujarnya.

Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina Pemasaran Regional Jawa Bagian Barat, Eko Kristiawan menambahkan, Pertamina akan terus mendukung pengembangan produk-produk  seperti yang dilakukan Mitra Binaan usaha home industri Sambalekoy milik Eka Dji Djaelani. Ia juga mengajak masyarakat Indonesia turut membantu UMKM agar pulih dan bangkit.

“Program kemitraan Pertamina bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat melalui pembinaan usaha kecil dan mikro, agar dapat berkembang dan mandiri,” ungkapnya.

Adapun syarat untuk dapat bergabung menjadi mita binaan Pertamina dapat di cek pada https://www.pertamina.com/id/program-kemitraan

Butuh Dana Jelang Lebaran? Gadai Instan Bisa Jadi Pilihan
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait