Jitunews.Com
26 Maret 2021 13:45 WIB

Balas Dendam, China Jatuhkan Sanksi untuk Sejumlah Individu dan Entitas di Inggris

Pemerintah China menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan lembaga di Inggris yang selama ini menyebarkan berita hoaks mengenai situasi Xinjiang.

Bendera China (istimewa)

BEIJING, JITUNEWS.COM - Pemerintah China pada Jumat (26/3) menjatuhkan sanksi kepada sejumlah individu dan organisasi di Inggris yang mereka anggap selama ini terus menyebarkan berita bohong mengenai situasi yang terjadi di Xinjiang. Hal tersebut merupakan tindakan balasan yang dilakukan oleh Beijing usai pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah pejabat pemerintahan China yang dituduh melakukan pelanggaran HAM di Xinjiang.

Dilansir dari Reuters, Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah pernyataan tertulis mengumumkan bahwa sanksi tersebut dijatuhkan atas empat entitas atau lembaga dan sembilan individu, termasuk mantan ketua Partai Konservatif Inggris Duncan Smith.

Dengan sanksi tersebut, mereka dan seluruh anggota keluarganya dilarang memasuki wilayah China ataupun berbisnis dengan warga negara atau institusi asal China.



Uji Coba Rudal Balistik Korea Utara Sukses Pancing Reaksi Amrik

"China akan terus bertekad melindungi kedaulatan, kemanan dan kepentingan nasionalnya, dan memperingatkan Inggris untuk tidak pergi terlalu jauh ke jalan yang salah," kata Kementerian Luar Negeri China.

"Sebaliknya, China akan terus bereaksi dengan tegas," tambahnya.

Sejauh ini, kantor kedutaan besar Inggris di China masih belum mengeluarkan pernyataan untuk merespon tindakan China tersebut.

"Ini merupakan tugas kami untuk menyerukan bahwa pemerintah China telah melakukan penindasan HAM di #HongKong dan genosida terhadap #Uighur," kata Duncan Smith dalam postingan Twitternya.

"Jika itu membuat kemarahan China jatuh kepada saya, Saya akan sangat merasa terhormat," tegasnya.

China Ingin Jadi Negara Terkuat di Bumi, Presiden AS: Itu Tak Akan Terjadi
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait