Jitunews.Com
16 Maret 2021 10:00 WIB

Timbulkan Efek Samping, Banyak Negara Eropa Tunda Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Sejumlah negara di Eropa seperti Jerman, Perancis, dan Italia memutuskan untuk menghentikan penggunaan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca usai Denmar dan Norwegia melaporkan bahwa vaksin tersebut menimbulkan efek samping seperti perdarahan

vaksin Covid-19 AstraZeneca (istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Jerman, Perancis dan Italia pada Senin (15/3) menyatakan bahwa mereka akan menunda pendistribusian vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca usai sejumlah negara melaporkan bahwa vaksin tersebut menyebabkan efek samping yang buruk.

Pada pekan lalu, Denmark dan Norwegia juga sudah menghentikan pendistribusian vaksin buatan AstraZeneca tersebut usai sejumlah orang mengalami penggumpalan darah dan perdarahan usai mendapatkan suntikan. Langkah penghentian penggunaan juga diikuti oleh Islandia, Bulgaria, Belanda dan Irlandia.

Langkah yang diambil oleh beberapa negara besar Eropa tersebut tentu saja meningkatkan kekhawatiran mengenai lambatnya program vaksinasi Covid-19 di kawasan, terlebih sejumlah produsen vaksin Covid-19 sebelumnya juga sudah mengalami kendala dalam proses produksinya sehingga pasokan vaksin menjadi terbatas.



Dr Fauci Minta Donald Trump Ikut Kampanyekan Vaksinasi Covid-19

Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan bahwa meski resiko terjadinya efek samping tersebut sangat rendah, namun pihaknya tentu saja tak ingin mengambil resiko tersebut. Ia mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil berdasar rekomendasi dari Institut Paul Ehrlich, regulator vaksinasi Jerman.

"Ini adalah sebuah keputusan profesional, bukan politis," kata Spahn, dikutip Reuters.

Sementara itu, Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa penghentian pendistribusian vaksin AstraZeneca tersebut akan dilakukan hingga rekomendasi dari Badan Pengawas Obat Eropa (EMA) keluar.

"Keputusan sudah diambil...kami berharap dapat segera melanjutkan (program vaksinasi) jika EMA menginjinkannya," kata Macron.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Lembaga Pencegahan di Kementerian Kesehatan Italia, Gianni Rezza.

"EMA akan segera melakukan pertemuan untuk mengklarifikasi keraguan-keraguan tersebut sehingga vaksin AstraZeneca dapat kembali digunakan secara aman dalam program vaksinasi," ujarnya.

 

Badai Pasir Selimuti Beijing, Tingkat Polusi Capai Level Maksimum
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait