Jitunews.Com
1 Maret 2021 19:10 WIB

Rentan Adanya PHK Karyawan, INDEF Minta Rencana Holding Ultra Mikro Dikaji Ulang

Soal Holding Ultra Mikro, INDEF berharap pemerintah tak kurangi jumlah karyawan lembaga yang akan digabungkan.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad (dok jitunews)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menyatakan bahwa ada sejumlah hal krusial yang perlu dicatat dalam pembentukan Holding Ultra Mikro yang menggabungkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

Ia menilai tidak mudah untuk menggabungkan ketiga BUMN tersebut mengingat masing-masing lembaga tersebut memiliki karakteristik yang berbeda meski secara target penyaluran kredit masih memiliki kesamaan dari ketiganya.

“Tentu saja harus disatukan misi dari masing-masing tiga institusi ini karena punya karakter yang berbeda. Ini yang memang menurut saya tidak mudah. [Karena] kan budaya korporasinya bedanya, tujuannya beda, model bisnisnya juga berbeda, meskipun beberapa hal target sasarannya sama. Ini yang saya kira jadi tantangannya,” kata Tauhid kepada awak media, Senin (1/3) sore.



Ketua Komisi VI Minta PT Pegadaian Beri Penjelasan soal Holding Ultra Mikro kepada Serikat Pekerja

Tauhid mengatakan bahwa rencana holding ini perlu dilakukan dengan multi-pendekatan. Meningat akan ada perubahan-perubahan dalam desainnya dengan melebur tiga karakteristik yang berbeda. Misalnya, lanjut Tauhid, PT. Pegadaian yang selama ini mengandalkan multifungsi pegadaiannya dalam membantu UMKM apakah akan lebur core business-nya dengan induk holding.

Ia juga meminta agar rencana tersebut dikajian lebih mendalam lagi dimana pembentukan holding perlu dilakukan secara bertahap.

“Jadi menurut saya harus multipendekatan. Tapi secara institusi saya kira, untuk meningkatkan aset, meningkatkan kapita, meningkatkan pasar, meningkatkan kelembagaan saya kira itu yang harus dilakukan secara bertahap,” ujarnya.

Menurutnya, efisiensi cost of fund (COF) dari Holding Ultra Mikro ini mungkin saja terjadi. Akan tetapi juga perlu diperhatikan dampaknya, mengingat mewujudkan efisiensi COF memang dibutuhkan penghematan dalam hal biaya operasional, misalnya dengan pengurangan jumlah cabang atau bahkan sumber daya manusia.

“Efisiensi COF mungkin terjadi tetapi dampak-dampaknya harus dimitigasi, harus dihindari. Jangan sampai memang dalam rangka pengurangan itu justru malah menimbulkan dampak-dampak lain, misalnya terjadi PHK, terjadi pengurangan karyawan, yang saya kira juga harus dihindari,” ungkapnya.

Serikat Pekerja Pegadaian: Mayoritas Karyawan Tolak Holding Ultra Mikro
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait