Jitunews.Com
1 Maret 2021 16:00 WIB

Tolak Izin Investasi Miras, Syarief Hasan Pertanyakan Revolusi Mental yang Digencarkan Pemerintah

Syarief menilai pemerintah telah kehilangan arah dan pegangan dalam mengelola negara yang penuh dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

Syarief Hasan (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyesalkan kebijakan pemerintah yang mengizinkan minuman keras (miras) dijual secara terbuka.

Menurutnya, kebijakan itu berpotensi menimbulkan banyak persoalan baru di masyarakat, mulai sosial, budaya, hingga kesehatan.

“Dengan kehadiran kebijakan ini, kita seperti bangsa yang telah kehilangan arah dan pegangan dalam mengelola negara yang penuh dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” ungkap Syarief Hasan.



Tolak Keras Investasi Miras di NKRI, Rizieq Shihab: Membunuh Masa Depan Bangsa

Hal lain yang disorot Syarief adalah salah satu dari 4 (empat) klasifikasi miras dalam daftar bidang usaha dengan persyaratan tertentu adalah perdagangan miras eceran kaki lima.

Menurutnya, perdagangan miras skala kecil bisa berdampak buruk bagi masyarakat.

“Pemerintah yang hari ini gencar menggemborkan revolusi mental, namun malah mengambil kebijakan yang kontradiksi dengan gerakan ini,” ujar Syarief.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah meneken Perpres Nomor 10 Tahun 2001 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal.

Di dalam Pepres tersebut, industri minuman keras ditetapkan sebagai daftar positif investasi (DPI) yang dapat dilakukan secara terbuka di Indonesia. Padahal, sebelumnya, industri miras masuk dalam kategori bidang usaha tertutup.

Beleid yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini mulai berlaku per-tanggal 2 Februari 2021.

Soal Investasi Miras, DPR: Jangan Sampai Keinginan Datangkan Investasi Justru Merusak Tatanan Sosial
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait