Jitunews.Com
21 Februari 2021 16:00 WIB

Bakal Cuan Gede, Transkon Jaya Siap Garap Ibukota Baru Senilai Rp 400T

Transkon terus melakukan ekspansi kerjanya dengan menjajaki beragam lini bisnis

Kendaraan LV (light vehicle) milik Transkon Jaya. (dok. Transkon Jaya) (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Usai mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia pertengahan tahun lalu, emiten yang bergerak di sektor tansportasi, PT Transkon Jaya Tbk dengan kode "TRJA" meluncurkan sayap bisnisnya yang beroperasi di Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara.

Selain di Halmahera, Transkon juga menargetkan calon Ibu Kota negara Kalimantan Timur sebagai titik operasi barunya untuk menumpuk pundi-pundi cuan perusahaan.

Sekretaris Transkon Jaya, Alexander Syauta mengatakan, Transkon terus melakukan ekspansi kerjanya dengan menjajaki beragam lini bisnis. Pada tahun 2021 ini, Transkon bakal menggarap sektor transportasi untuk memfasilitasi semua proses pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik. Selain itu, Transkon juga tengah mengintip peluang proyek ibu kota negara baru di Kalimantan Timur yang akan dimulai dan sudah disiapkan regulasinya berupa Undang-Undang yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) 2021.



Jadi Salah Satu Pusat Finansial Global, Pengamat Bilang China Bisa Saingi New York dan London

Sebelumnya, DPR memang telah menyetujui 23 RUU yang masuk dalam Program Legislasi Nasional 2021. Salah satunya yaitu RUU Ibu Kota Negara (IKN). Proyek IKN diperkirakan akan menelan biaya pembangunan hingga Rp 400 Triliun.

“Di saat banyak pihak yang belum sadar bahwa Ibu kota akan dipindahkan, kami sudah melihat peluang tersebut dan mengambil kesempatan itu untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Kami tidak akan mengalami kesulitan lagi ketika terlibat dalam proses serta tahapan pembangunan Ibu kota negara kedepannya. Meskipun sempat tertunda karena pandemi ini tetapi sudah ada rencana kembali dalam RUU Ibu kota negara yang masuk dalam Prolegnas tahun ini. Ini sangat menguntungkan bagi perusahaan kami,” ujar Alexander dalam keterangan persnya, Minggu (20/2).

Menurut Alexander, proyek ibu kota negara baru ini menjadi peluang besar bagi Transkon. Banyak aktivitas yang bakal bisa digarap oleh perusahaan yang berlokasi di Balikpapan ini. Selain itu, Transkon pula bakal melirik bisnis batubara untuk melebarkan sayap bisnis.

Untuk diketahui, PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) adalah perusahaan penyewaan kendaraan dan juga menyediakan layanan internet yang berbasis di daerah Balikpapan, Kalimantan Timur. Perusahaan ini sudah berdiri sejak tahun 2002 dan baru mencatatkan saham perdananya di BEI (IPO) pada 27 Agustus 2020 silam.

Moskow Alami Badai Salju Selama 36 Jam di Akhir Pekan, Sistem Transportasi Bakal Lumpuh
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait