Jitunews.Com
12 Februari 2021 07:00 WIB

Kue Keranjang Khas Imlek, Lambang Bekal Perjalanan Baru

Kue keranjang dilambangkan sebagai harapan baru, semangat menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan sebagai bekal untuk perjalan selanjutnya

Panitia Grebeg Sudiro menyiapkan 4000 kue keranjang untuk memeriahkan agenda tahunan Pemkot Surakarta. Nantinya 1000 kue akan ditata pada dua gunungan dengan tema barongsai dan pagoda khas negeri tirai bambu yang kemudian diarak dalam karnaval budaya guna memeriahkan Grebeg Sudiro. (Rofiq Hudawiy)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Hari ini, Jumat 12 Februari 2021 bertepatan dengan perayaan tahun baru Imlek. Namun perayaan tahun baru Imlek kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut mengingat tengah terjadi pandemi Covid-19 sehingga warga dilarang berkerumun.

Meski perayaan tahun baru Imlek kali ini berbeda, namun semangat untuk merayakannya tidak pernah padam. Perayaan yang sederhana tidak lantas menghilangkan ciri khas perayaan Imlek, salah satunya yaitu kue keranjang. Sajian lezat khas saat Imlek tersebut merupakan simbol harapan baru memasuki Tahun Baru Imlek.

"Kue keranjang itu harapan, sekitar abad 3 sebelum masehi, zaman Dinasti Han itu mulainya," kata tokoh masyarakat China peranakan di Kota Tangerang, Oey Tjin Eng seperti dilansir Kompas.com, Kamis (11/2/2021).



6 Tradisi Unik Dalam Perayaan Imlek

Oey Tjin Eng menceritakan asal mula kue keranjang pada masa Dinasti Hang di Tiongkok. Ia mengatakan bahwa kue keranjang saat itu menjadi bekal perang para perajurit karena bisa bertahan hingga berbulan-bulan. Kue keranjang tersebut diharapkan menjadi semangat untuk menjadi lebih baik.

"Jadi kue keranjang itu dipakai buat perang, zaman itu dulu kue keranjang dipakai untuk bekal, karena tahan sampai enam bulan," bebernya.

Kue keranjang dilambangkan sebagai harapan baru, semangat menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan sebagai bekal untuk perjalan selanjutnya. "Ditambah jeruk untuk keberuntungan," pungkasnya.

Tradisi Unik Dalam Perayaan Imlek
Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita