Jitunews.Com
8 Februari 2021 09:29 WIB

Masyarakat Siap Adaptasi Baru, Indonesia Memulai Vaksinasi Usia Lanjut

Seri Edukasi Masyarakat Siap Adaptasi Baru

Ilustrasi Lansia (istemewa)

Insya Allah Senin 8 Februari 2021, Tenaga kesehatan berusia lanjut (Lansia) diatas 60 tahun akan mulai mendapat Vaksinasi Covid-19.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan 11.600 tenaga kesehatan terdepan yang berusia diatas 60 tahun akan mulai di Vaksinasi. Dari 1,5 juta tenaga kesehatan prioritas pertama dan sudah divaksinasi hampir 900.000 orang.

Dilakukannya Vaksinasi bagi kelompok Lansia, karena Badan POM telah menerbitkan rekomendasi persetujuan penggunaan (Emergency Use Authorization/EUA).



Vaksinasi Covid-19 Butuhkan Waktu 15 Bulan, Berikut Jadwal Penyuntikannya

BERITA BAIK BAGI LANJUT USIA

Informasi ini tentu menjadi berita penting bagi komunitas usia lanjut di Indonesia, yang selama ini menantikan berita pasti  tentang apakah lanjut usia perlu di vaksinasi, kapan waktu nya dan dimana mendapatkan kesempatan Vaksinasi.

Kekhawatiran masyarakat tidak semakin menurun terhadap Pandemi Covid-19. Pertambahan kasus terkonfirmasi terus diatas

12.000 perhari. Tampaknya pertambahan kasus di negara kita, naik dan  bertambah bagai   tanpa hambatan, proses  kenaikan/pertambahan sejalan dengan semakin banyak kasus terinfeksi dan semakin banyaknya kasus yang meninggal.

Sampai pertengahan Desember 2020, jumlah kematian perhari tidak melampaui 200 kematian. Tetapi setelahnya, sudah terus diatas 200 kematian bahkan pada 28 januari 2021 mencapai 476 kematian.

Jumlah sembuh nyaris sama dengan pertambahan kasus perhari. Tetapi ada rerata 170.000an kasus aktif yang dalam Isolasi dan perawatan RS Rujukan Covid-19. Sebagian diantaranya dalam keadaan kritis. Kasus aktif Indonesia kini menjadi tertinggi di Asia.

Jumlah kematian diatas 200 orang perhari. Serta jumlah kasus aktif yang terus bertambah menunjukkan betapa besarnya ancaman penularan virus yang bersumber dari orang-orang yang terinfeksi dan tidak bergejala yang boleh jadi ada disekitar kita.

Masyarakat semakin menyadari perlu segera mendapat Vaksinasi, termasuk komunitas Lansia dengan segala keterbatasannya.

PERLU PERHATIAN KHUSUS BAGI LANSIA

Saat ini jumlah lanjut usia di Indonesia telah mendekati 30 juta dari jumlah penduduk yang diperkirakan mencapai 270 juta tahun ini. Dan akan terus bertambah akan melampaui 60 juta pada perayaan 100 tahun Indonesia merdeka (1945-2045), saat mana penduduk akan berjumlah 318,96 juta sebagaimana dipublikasikan BPS.

Dari berbagai sumber diketahui bahwa sekitar 40% kelompok Lansia memiliki 2-4 jenis penyakit penyerta (Komorbid) seperti Diabetes, Hipertensi, Penyakit Jantung dan Paru.. Sekitar 20% mereka tinggal bersama pasangan dan lebih 9% sendiri.

Banyak diantara mereka tidak terlibat aktivitas kelompok kegiatan yang diselenggarakn BKKBN melalui Bina Keluarga Lansia/BKL), Kemenkes/Dinas Kesehatan melalui Posyandu Lansia, maupun kelompok yang diselenggarakan Kemensos/Dinas Sosial di Daerah.

Berangkat dari data Litbang Kemenkes RI, berdasarkan temuan dalam masa Pandemi Covid-19, diketahui hampir 90% tidak menyadari punya masalah kesehatan.

Pengalaman penulis sebagai Komisioner Komisi Pengawas Haji Indonesia (KPHI) pada tahun 2013-2018 menemukan angka Jamaah Haji Indonesia dengan risiko tinggi (usia 60 tahun dan atau dibawahnya dengan Komorbid) semakin tinggi, dan terakhir di tahun 2018-2019 sudah diatas 70%.

ADAPTASI LANSIA UNTUK PERSIAPAN VAKSINASI COVID-19

Melihat banyaknya kasus AKTIF di Indonesia, itu bermakna bahwa disekitar kita banyak orang-orang terinveksi Virus Covid-19. Dan Lansia harus lebih hati dan waspada.

Lansia harus EXTRA WASPADA karena Angka kematian akibat terinfeksi virus Covid-19 terbanyak yaitu lebih 40% adalah kelompok usia lansia, sekalipun yang terinfeksi jumlahnya kecil. Hal ini karena lansia RENTAN, dimana daya tahan tubuh rendah dan memiliki penyakit penyerta

Untuk itu ada sejumlah pesan termasuk yang direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) sembari menunggu giliran VAKSINASI sebagai berikut :

Mengurangi aktivitas diluar rumah, termasuk kegiatan ibadah  dan acara kekeluargaan. Jika harus keluar rumah pastikan menuju tempat yang benar-benar aman, dalam jumlah pengunjung amat terbatas dan tetap memakai masker disamping selalu rajin Cuci tangan pakai Sabun (CTPS) dan Menjaga jarak.

Biasakan diri bersih, berolahraga ringan, menyempatkan berjemur matahari pagi, makanan bergizi dan cukup istirahat.

Memastikan ketercukupan Obat-obatan untuk Penyakit penyerta dan teratur dikonsumsi sesuai pesan Dokter.

Keluarga diminta memberi perhatian manakala terjadi kondisi gangguan kesehatan seperti demam, sesak, penurunan nafsu makan, sering mengantuk, gelisah agar segera dikomunikasikan kepada Dokter keluarga atau Petugas Kesehatan melalui Call center

Jika sehat dan fit, maka akan mendapat kesempatan Vaksinasi Covid-19 tanpa penundaan.

Penulis: Dr. Abidiansyah Siregar

*) Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes : Ahli Utama BKKBN dpk Kemenkes/ Mantan Deputi BKKBN/ Mantan Komisioner KPHI/ Mantan Kepala Pusat Promkes Depkes RI/ Alumnus Public Health Management Disaster, WHO Searo, Thailand/ Mantan Ketua MN Kahmi/ Mantan Ketua PB IDI/ Ketua PP IPHI/ Ketua PP ICMI/ Ketua PP DMI/ Waketum DPP JBMI/ Ketua PP ASKLIN/ Penasehat BRINUS/ Penasehat Klub Gowes KOSEINDO/ Ketua IKAL FK USU/ Ketua PP KMA-PBS/ Penasehat PP PDHMI/ WaKorbid.Orbida dan Taplai DP P IKAL Lemhannas/ Pengasuh media sosial GOLansia.com dan Kanal-kesehatan.com

Tolak Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Perjalanan, WHO Beberkan Alasannya
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita