Jitunews.Com
30 November 2020 16:44 WIB

Vaksin Covid-19 Bikin Harga Minyak Dunia Jatuh

Permintaan minyak mentah diprediksi mengalami peningkatan yang cukup signifikan menyusul adanya kabar positif terkait proses pengembangan vaksin Covid-19

Ilustrasi kilang minyak (Reuters)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan pada Senin (30/11) ditengah kegelisahan para investor menjelang digelarnya pertemuan OPEC+ yang akan memutuskan apakah mereka akan memperpanjang potongan kapasitas produksi guna menyeimbangkan pasar global.

Saham minyak mentah Brent pada bulan November ini mengalami penurunan sebesar 1% atau senilai 46 sen dimana harga satu barel minyak mentah berada pada USD 47.72 per barel pada Januari 2020 lalu, sedangkan saham West Texas Intermediate jatuh 48 sen atau 1.1% menjadi USD 45.05 per barel.

Meski demikian, keduanya masih mengalami kenaikan lebih dari 20 persen pada bulan November ini, dimana kenaikan tersebut merupakan kenaikan terbesar mereka sejak bulan Mei 2020. Hal tersebut didorong oleh adanya kabar positif terkait proses pengembangan vaksin COvid-19 yang terjadi pada tiga bulan terkahir ini, yang diharapkan dapat menekan penyebaran virus dan mendukung penambahan permintaan akan bahan bakar minyak.



Genjot Produksi Minyak Indonesia, Kementerian ESDM Kerja Sama dengan Petrokimia Gresik dan IPB

Analis dan para pelaku perdagangan minyak mentah juga berharap negara pengekspor minyak yang tergabung dalam OPEC, termasuk Rusia, untuk menunda kenaikan harga minyak dunia pada tahun 2021 mendatang sebagai dampak dari terjadinya gelombang kedua wabah Covid-19 yang mampu menurunkan permintaan bahan bakar minyak global.

Sementara itu, OPEC+ sebelumnya telah sepakat untuk meningkatkan kapasitas produksi minyak mentah hingga mencapai 2 juta barel per hari pada bulan Januari mendatang, atau sekitar 2% dari konsumsi global.

Gelombang wabah Covid-19 pada akhir tahun 2020 ini diprediksi dapat meningkatkan permintaan minyak mentah global hingga 3 juta barel per hari.

ANZ memprediksi bahwa surplus pasar minyak dapat mencapai 1.5 juta barel per hari menjadi 3 juta barel per hari pada enam bulan pertama tahun 2021 mendatang jike OPEC+ tidak memperpanjang potongan kapasitas produksi mereka.

Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terlebih dengan insiden pembunuhan salah satu ilmuwan nuklir Iran hingga serangan ISIS ke sebuah kilang minyak di Irak juga akan membuat harga minyak mentah meningkat.

Sementara itu, China yang menjadi negara pengimpor minyak mentah tertinggi dunia, juga telah meningkatkan aktifitas industri mereka untuk mengantisipasi pemulihan perekonomian pasca pandemi.

Pertamina Bagi-bagi Promo Menarik, Harga Khusus Hingga CashBack Melalui Program Langit Biru: Anda Mau?
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait