Jitunews.Com
24 November 2020 07:10 WIB

Permudah Akses Logistik Nasional, Tol Serpong-Balaraja Seksi 1A Dikebut Penyelesaiannya

Proyek tersebut menggandeng kontraktor utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Plt. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Kementerian PUPR, Mahbullah Nurdin (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Manajemen PT Trans Bumi Serbaraja menargetkan konstruksi pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) seksi IA bisa dirampungkan pada akhir Kuartal IV 2021 mendatang. Trans Bumi Serbaraja merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dari ruas tol Serpong-Balaraja, dimana perusahaan tersebuterupakan unit usaha dari Sinarmas Land.

Proyek tersebut menggandeng kontraktor utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Dalam proses pengerjaannya masih terkendala pengadaan lahan.

Direktur PT Trans Bumi Serbaraja, Dony Martadisata, menjelaskan bahwa secara total pihaknya mendapat hak untuk mengerjakan tol sepanjang 39,9 km yang terbagi dalam tiga seksi. Seksi I yaitu Serpong - Legok (9,8 km), seksi II Legok - Pasir Barat (11,5 km) dan seksi III Pasir Barat - Balaraja (18,6 km).



Per November, Serapan Anggaran Belanja Infrastruktur Kementerian PUPR Capai 68%

Untuk konstruksi seksi 1A memang sedikit lebih lamban karena persoalan lahan yang belum selesai. Padahal penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol ( PPJT ) telah dilakukan pada Juni 2016 lalu.

Dony mengatakan sulitnya membebaskan lahan di ruas ini karena sekitar 30 persen tanah yang dilalui merupakan tanah masyarakat yang padat penduduk. Menurutnya tidak mudah baginya untuk bisa memindahkan pemukiman yang sudah jadi. Sementara sekitar 70 persen adalah milik Sinarmas Land yang kini sudah terselesaikan pembayarannya.

"Progres yang dilaksanakan WIKA Seksi 1A sampai hari ini baru mencapai 20 persen, kendalanya adalah pembebasan lahan. Juga terkendala musim hujan," ungkap Dony dalam paparannya didepan Forum Wartawan Pekerjaan Umum (Forwapu), Senin (23/11/2020).

Dia menargetkan pembebasan lahan untuk seksi 1A sudah bisa dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan mendatang. Pihaknya menyiapkan anggaran pengadaan lahan di seksi 1A sebesar Rp2,5 triliun. Saat ini sudah terealisasi sekitar 82 persen atau senilai Rp1,87 triliun. Sementara untuk total investasi dari seksi I - III yaitu sekitar Rp14,4 triliun.

"Biaya proyek seksi I itu Rp5,4 triliun, untuk seluruh seksi dengan catatan tanah di seksi II dan III sesuai PPJT awal maka akan menelan biaya Rp14,4 triliun," ucap Dony.

Sementara itu Plt. Anggota Badan Pengatur Jalan Tol ( BPJT ) Kementerian PUPR, Mahbullah Nurdin, mengatakan bahwa tol Serbaraja tersebut sangat strategis. Pasalnya jika tol tersebut nanti telah selesai dan beroperasi, maka arus lalu lintas baik orang maupun barang dari Sumatra ke wilayah Jawa Bagian Timur akan lebih lancar.

Mobilitas logistik ataupun orang tidak lagi perlu melewati jalan tol dalam kota yang saat ini sudah macet. Nantinya tol tersebut akan terhubung dengan tol Ulujami - Serpong dan nantinya juga akan tembus ke tol Jakarta Outer Ring Road ( JORR ) II.

"Kalau diliat dari segmen yang ada sangat strategis karena kendaraan penumpang atau logistik dari arah Merak atau Sumatra yang mau melintas ke Timur Jawa daripada lewat tengah kota yang macet maka akan hemat waktu dan biaya nanti karena bisa tembus JORR II," ungkap Nurdin.

Untuk tol Serbaraja seksi II ditargetkan bisa selesai di tahun 2022. Sementara untuk seksi III diharapkan bisa selesai dan laik operasi di tahun 2023 mendatang. Tol Serbaraja ini merupakan bagian dari jalan tol Jabodetabek yang nantinya akan terhubung langsung dengan tol Bintaro - Serpong.

"Dengan dibangunnya JORR II dan Serbaraja, maka ini nanti akan mengurai kendaraan yang padat terutama di dalam kota. Ini pastinya juga akan mengurangi biaya logistik," pungkasnya.

Ribuan Bibit Pohon Bernilai Ekonomis Akan Ditanam di Sabuk Hijau Bendungan
Halaman:
  • Penulis: Vicky Anggriawan

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita