Jitunews.Com
18 November 2020 15:28 WIB

YLKI Dorong Pemerintah dan DPR Segera Sahkan UU PDP

Menurutnya berbagai isu tersebut harus diwaspadai terlebih saat ini Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi belum dimiliki Indonesia.

Ilustrasi. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM- Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengatakan perlindungan data pribadi adalah salah satu spirit terpenting dalam bisnis digital seperti E-Commerce.

“Sebenarnya data pribadi menjadi isu yang sangat krusial karena disitu kadang-kadang kita temukan penyadapan data pribadi. Jual beli data pribadi dan data pribadi kita dikelola siapa dan disimpan dimana,” ujarnya di acara Ngobrol Digital 'Pemanfaatan Fintech dan E-Commerce yang Aman' yang digelar ISED, Rabu (18/11/2020).

Menurutnya berbagai isu tersebut harus diwaspadai terlebih saat ini Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi belum dimiliki Indonesia.



Sosiolog UI: Anak-anak Millenial Harus Jadi Pendorong Gerakan Digital Literasi

Dia mengungkapkan bahwa ada ancaman dari Uni Eropa untuk Indonesia perihal perlindungan data pribadi. Indonesia akan dibanned oleh Uni Eropa dalam basis digital apabila tidak segera memiliki UU Perlindungan data pribadi.

“Ada satu ancaman dari Uni Eropa kalau sampai tahun 2025 kita belum mempunyai undang-undang data perlindungan pribadi maka Indonesia akan banned untuk tidak bisa bertransaksi dengan Uni Eropa dalam basis digital,” imbuh Tulus.

Oleh karenanya, Tulus mendorong DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan UU Perlindungan data pribadi.

“Hal ini karena menjadi prasyarat dalam bisnis digital untuk melindungi kepentingan konsumen dan kepentingan kita semua karena bisnis ke depan adalah bisnis database data pribadi kita,” pungkasnya.

Ada 4 Perubahan Besar Pada Perilaku Masyarakat Saat Pamdemi Covid-19
Halaman:
  • Penulis: Khairul Anwar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita