Jitunews.Com
29 Oktober 2020 05:30 WIB

Kecam Serangan Rusia di Suriah, Erdogan Ancam Lakukan Operasi Militer

Presiden Turki Erdogan mengancam akan menggelar operasi militer di Suriah jika pasukan Kurdi tidak disingkirkan dari perbatasan Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Republika)

ANKARA, JITUNEWS.COM - Presiden Turki Reccep Tayyip Erdogan mengancam akan melakukan operasi militer baru ke wilayah Suriah bagian utara jika kelompok bersenjata Kurdi tidak disingkirkan dari perbatasan Turki-Suriah.

"Jika semua teroris tidak disingkirkan, seperti yang telah dijanjikan kepada kami, saya ulangi sekali lagi bahwa kami memiliki alasan yang sah untuk mengintervensi (Suriah) kapan saja. Kami merasa hal itu perlu (untuk dilakukan)," kata Erdogan dikutip dari Al Jazeera, Kamis (29/10).

Ancaman Erdogan tersebut muncul usai pada Selasa (27/10) lalu seorang yang dicurigai sebagai pejuang Kurdi telah berhasil memasuki wilayah Turki dari Suriah. Ia melakukan aksi bom bunuh diri di wilayah Provinsi Hatay.



Hadapi Gelombang Kedua Covid-19, Eropa Mulai Kehabisan Ruang Perawatan

Dalam pidato yang ia sampaikan di depan parlemen Turki pada Rabu (28/10), Erdogan juga mengecam serangan udara yang dilakukan oleh Rusia pada awal pekan ini terhadap kelompok pemberontak Suriah di Provinsi Idlib. Ia mengatakan bahwa serangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak berniat untuk mengupayakan perdamaian di kawasan.

"Serangan Rusia terhadap pusat latihan Tentara Nasional Suriah adalah tanda jika perdamaian dan ketenangan di kawasan tidak diinginkan," tambahnya.

Serangan Rusia terhadap sebuah kamp latihan militer pasukan Failaq a-Sham di kawasan Jabal al-Dweila berhasil menewaskan sedikitnya 35 orang. Pasukan tersebut diketahui merupakan salah satu pasukan militan terbesar yang mendapat dukungan dari Turki.

Dalam konflik Suriah, Rusia mendukung pemerintahan Bashar al-Assad, sementara Turki berada di belakang pasukan pemberontak.

Untuk Pertama Kalinya, AS Akan Buka Kantor Kedubes di Maladewa
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita