Jitunews.Com
11 Oktober 2020 05:45 WIB

Jokowi Diminta Mundur, KSP Gertak PA 212: Harus Realistis!

KSP mendesak PA 212 agar menunjukkan bukti terkait tuduhannya terhadap Jokowi.

Presiden Jokowi di Rakornas Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 2019 (Antara)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pihak Kantor Staf Presiden (KSP) mempertanyakan dasar Persaudaraan Alumni (PA) 212 menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mundur karena dinilai tak kompeten dalam menjalankan tugasnya.

KSP mendesak PA 212 agar menunjukkan bukti terkait tuduhannya terhadap Jokowi. Pihaknya juga meminta gerakan yang dipimpin Slamet Maarif itu agar tak menyebar kebencian ke pusaran publik.

"Kalimat yang disampaikan mereka itu ada nggak dasarnya. Ada nggak buktinya? Apa dasarnya meminta Presiden untuk mundur? Ya harus realistis dong kalau menyampaikan sesuatu itu. Jangan menebarkan kebencian," kata Tenaga Ahli Utama KSP, Ade Irfan Pulungan, dikutip dari detikcom pada Minggu (11/10).



Polemik Omnibus Law, Teddy Gusnaidi: Sebentar Lagi Gatot Cs Nongol, Jadi Pahlawan Kemalaman

Ade menilai bukan kali ini PA 212 melayangkan tuduhan sembarangan. Dia lantas mengungkit tudingan yang menyebut Jokowi dekat dengan China, namun tak pernah terbukti.

"Apa buktinya, dasarnya, kita kan harus sesuatu, yang dikabarkan publik harus perkataan yang baik, bukan perkataan dugaan atau asumsi. Apa buktinya. Nggak usah kita terlalu mencari, mengungkap sesuatu yang belum jelas, nanti masuk fitnah atau hoax. Dari dulu kan, dari dulu sebelum Pilpres 2014, Pak Jokowi itu rezim yang dekat dengan China, apa buktinya," kata Ade.

"Jangan menebarkan kebencian dalam sebuah perkataan, mari kita semua membangun bangsa ini bersama-sama memberikan sebuah sesuatu yang baik, kedua potensi diri yang masing-masing ya kita kembangkan untuk membangun ini," tandasnya.

Sebut Anies Lebih Gentleman Daripada Jokowi, PA 212: Ia Lambang Perlawanan Kepada Cukong
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita