Jitunews.Com
6 Oktober 2020 18:00 WIB

Heboh UU Cipta Kerja, Waspada 3 Hoax Ini Biar Nggak Terlalu Nyesek

Salah satu hoax yang beredar yaitu penghilangan uang pesangon

Uang (Grid Hot)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja menjadi Undang-undang Cipta Kerja pada Senin (5/10/2020). Beragam reaksi muncul dari pengesahan UU tersebut, banyak buruh dan masyarakat yang secara terang-terangan menolak UU Cipta Kerja karena dinilai merugikan.

Usai pengesahan UU Cipta Kerja, muncul pesan berantai di grup Whatsapp yang mana informasi tersebut dapat menyesatkan pikiran karena kebenarannya belum diverifikasi. Berikut hoax atau berita bohong yang beredar di media sosial.

1. Uang pesangon akan dihilangkan



Tak Lagi Jadi Pimpinan DPR, Fahri Hamzah: Kita Jual Kopi Aja Yuk...

Dalam pesan berantai tersebut tertulis narasi bahwa UU Cipta Kerja telah menghilangkan uang pesangon para pekerja. Namun berdasrakan UU Cipta Kerja Pasal 156 Ayat(1) yang telah direvisi menyebutkan bahwa perusahaan wajib memberikan pesangon kepada pegawai yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Uang pesangon sebagaimana dimaksudkan pada yat (1) diberikan paling banyak sesuai ketentuan sebagai, jika masa kerja kurang dari 1 tahun 1 bulan upah, masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun 2 bulan upah, masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun 3 bulan upah, masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun 4 bulan upah," demikian kutipan Pasal 156 dalam beleid tersebut.

DPR Dorong Edukasi Pentingnya ASI Eksklusif Tidak Cuma Ibu, Tapi...

Halaman:
  • Penulis: Trisna Susilowati

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita