Jitunews.Com
29 September 2020 16:20 WIB

Polisi Larang Nobar Film G30S/PKI, Novel PA 212 Heran Pilkada 2020 Diperbolehkan

Novel menilai Pilkada 2020 seharusnya sangat dilarang oleh pihak kepolisian karena lebih membahayakan rakyat.

Habib Novel Bamukmin. (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Wasekjen DPP PA 212 Novel Bamukmin mengkritik keputusan Mabes Polri yang tak akan menerbitkan izin pada kegiatan nonton bareng film G30S/PKI di tempat umum.

Novel memaklumi alasan pihak kepolisian apabila demi keselamatan warga. Namun, pelarangan nobar film gerakan komunis itu dirasa tak adil mengingat kegiatan lain yang memicu kerumunan diperbolehkan.

“Benar sekali apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian untuk melarang nobar film G30S/PKI dikarenakan alasan demi menjaga keselamatan jiwa rakyat Indonesia adalah lebih utama,” kata Novel, seperti dilansir dari Pojoksatu.id, Selasa (29/9).



Sebut Film G30S/PKI Layak Ditonton, Fadli Zon: Film Sangat Akurat Menurut Saya

Mantan politisi Partai Bulan Bintang itu memprotes penyelenggaraan Pilkada 2020 yang tak dilarang aparat. Menurut Novel, kontestasi politik serentak itu lebih membahayakan masyarakat.

“Tayangan film G30S/PKI yang hanya 3 jam-an saja dilarang berkerumun, itu saya setuju dan saya lebih setuju lagi apalagi proses rangkaian pilkada yang panjang itu harus sangat dilarang oleh pihak kepolisian karena sangat lebih membahayakan rakyat,” tegasnya.

Diketahui, Mabes Polri sebelumnya menolak memberikan izin terhadap kegiatan nonton bareng film G30S/PKI jika digelar di tempat keramaian. Alasannya, kasus positif Covid-19 masih terus meningkat sehingga dapat mengancam keselamatan warga.

“Polri tidak akan mengeluarkan izin. Ini keselamatan jiwa masyarakat di tengah pandemi Covid-19,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono.

5 Catatan Pilkada 2020 di Tengah Pandemi
Halaman:
  • Penulis: Iskandar

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita