Jitunews.Com
28 September 2020 13:30 WIB

Jokowi: Mini Lockdown yang Berulang Lebih Efektif

Jokowi meminta pemerintah setempat tidak menerapkan kebijakan lockdown secara general di wilayahnya

Joko Widodo (Istimewa)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Presiden Joko Widodo menilai bahwa pembatasan sosial berskala mikro (PSBM) di tengah pandemi virus corona (Covid-19) lebih efektif.

"Artinya pembatasan berskala mikro baik itu di tingkat desa, kampung, RW/RW, kantor/ ponpes, saya kita itu lebih efektif. Mini-lockdown yang berulang itu akan lebih efektif," kata Jokowi dalam siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9).

Jokowi meminta pemerintah setempat tidak menerapkan kebijakan lockdown secara general di wilayahnya. Menurutnya, lockdown secara general bisa merugikan banyak orang.



Beri Deadline 2 Minggu, Jokowi Minta Laporan Perencanaan Vaksinasi Corona

"Jangan sampai kita generalisir satu kota, kabupaten, apalagi provinsi. Ini akan merugikan banyak orang," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan bahwa kasus aktif corona di Indonesia lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia. Kasus aktif di Indonesia sebesar 22,46 persen, sedangkan kasus aktif dunia 23,13 persen.

"Data yang saya peroleh per 27 September 2020, rata-rata kasus (virus Corona) aktif di Indonesia itu 22,46 persen, 22,46 persen. Ini sedikit lebih rendah daripada rata-rata kasus aktif dunia yang mencapai 23,13 persen. Saya kira ini baik untuk terus diperbaiki lagi," kata Jokowi

PKS: Penangan Covid-19 yang Amburadul Jadi Bukti Biosecurity Indonesia Lemah
Halaman:
  • Penulis: Aurora Denata

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita