Jitunews.Com
27 September 2020 14:33 WIB

Selain Covid-19, Menko PMK Minta TBC, Demam Berdarah dan Stunting Juga Harus Diperhatikan

Dalam Rapat Kerja Nasional HIPIIS tahun 2020, Muhadjir Effendy meminta tak hanya wabah Covid-19 yang mendapat perhatian lebih, namun juga sejumlah aspek pembangunan manusia lainnya seperti masalah stunting, TBC, demam berdarah dengue dan lain sebagainya

Muhadjir Effendy dalam Rapat Kerja Nasional HIPIIS tahun 2020, yang dihadiri oleh jajaran pengurus HIPIIS dan para ilmuwan sosial, di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada Sabtu (26/9) (siaran pers kemenko pmk)

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut, peran ilmuwan sosial di masa pandemi Covid-19 ini sangat strategis. Apalagi di masa pandemi ini, berbagai aspek perilaku masyarakat banyak yang berubah.

Dalam siaran pers yang diterima oleh redaksi Jitunews.com pada Minggu (27/9), Muhadjir yang juga merupakan Ketua Himpunan Indonesia untuk Perkembangan Ilmu-ilmu Sosial (HIPIIS) periode 2017-2019 ini menuturkan beberapa perubahan mendasar perilaku masyarakat yang terjadi. Seperti penggunaan masker sebagai hal yang wajib, dan penyemprotan disinfektan di ruang-ruang publik untuk mengatasi virus yang tidak ada wujudnya.

"Kajian ilmu sosial sangat bermanfaat untuk mempelajari bagaimana kondisi chaos, kondisi abnormal, dan kondisi yang tidak wajar ini dalam berbagai aspek kehidupan manusia," tuturnya dalam Rapat Kerja Nasional HIPIIS tahun 2020, yang dihadiri oleh jajaran pengurus HIPIIS dan para ilmuwan sosial, di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), pada Sabtu (26/9).



Kian Bertambah, Pasien Sembuh dari Covid-19 Hampir Mencapai 200 Ribu

Di masa pandemi juga terjadi perubahan besar pada aspek kehidupan masyarakat. Misalnya saja, sebut Muhadjir, perubahan pola belajar mengajar di sekolah atau universitas yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh.

Selain itu, pandemi juga merubah target-target pembangunan nasional, khususnya pada sektor pembangunan manusia yang saat ini lebih terfokus pada aspek penanganan virus Covid-19.

Padahal, ungkap Muhadjir, banyak juga aspek lain yang penting untuk diperhatikan seperti penanganan stunting, penanganan penyakit Tuberculosis (TB) dan Demam Berdarah (DBD) yang jumlah pengidapnya terus ada dan bertambah setiap tahun.

Mengambil pelajaran dari pandemi, Muhadjir mengatakan, saat ini pemerintah mulai merubah strategi pembangunan kesehatan dari strategi kuratif (penyembuhan) menjadi strategi promotif (peningkatan kesehatan).

"Di masa pandemi ini, kita menyadari sehat itu benar-benar mahal. Strategi di balik itu, kita tengah berusaha untuk merubah dari strategi kuratif menjadi strategi promotif dalam kesehatan. Karena ongkos untuk mencegah lebih murah dari mengobati," katanya.

Dalam kesempatan Rakernas HIPIIS, Muhadjir menyerahkan tampuk Ketua HIPIIS kepada Aidul Fitriciada Azhari yang menjabat sebagai ketua untuk periode 2019-2021. Muhadjir mengatakan, HIPIIS dan ilmuwan sosial akan memiliki peran penting sebagai penentu dan perumus kebijakan nasional di masa kini dan masa yang akan datang.

"Saya melihat HIPIIS masih punya masa depan. Kita berharap HIPIIS bisa menjadi media menjadi sarana untuk memberikan ruangan yang luas yang bermakna sebagai ilmuwan sosial untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini," pungkas Muhadjir Effendy.

Masa Sulit Pandemi Covid-19, Jokowi Ajak Umat Muslim Perbanyak Infaq dan Sedekah
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita