Jitunews.Com
24 September 2020 19:59 WIB

Produsen Mobil Gugat Pemerintah AS Usai Berlakukan Tarif Pajak Impor kepada China

Tesla dan Mercedez-benz menggugat pemerintahan Donald Trump yang memberlakukan pajak impor terhadap barang-barang impor dari China

Pabrik mobil Mercedez-benz (istimewa)

WASHINGTON, JITUNEWS.COM - Sejumlah produsen otomotif dikabarkan telah menggugat pemerintah AS yang memberlakukan pajak impor barang-barang yang berasal dari China. Produsen mobil listrik Tesla bahkan meminta pemerintah AS untuk mengembalikan dana pajak yang telah mereka bayarkan.

Seperti diketahui, AS telah memberlakukan pajak masuk semua barang ataupun jasa yang berasal dari China sebagai bagian dari perang dagang mereka. China pun juga memberlakukan hal yang sama. Ketegangan antara Beijing dan Washington akhir-akhir ini kembali meningkat terutama terkait sektor teknologi.

Sejumlah perusahaan otomotif beberapa waktu ini dikabarkan telah melayangkan surat gugatan mereka kepada Pengadilan Perdagangan Internasional yang berada di New York.



PM Jepang Minta Presiden Korsel Perbaiki Hubungan Kedua Negara untuk Hadapi Ancaman Korut

Dalam surat gugatannya, Mercedez-benz menyebut Washington telah memicu perang dagang yang berdampak terhadap barang-barang impor senilai lebih dari 500 miliar USD dari China. Sementara Tesla meminta pemberlakuan tarif pajak impor yang dilakukan secara "sepihak" tersebut untuk dibatalkan dan meminta pengembalian dana (refund) pajak impor yang telah mereka bayarkan kepada bea cukai AS.

Pada awal bulan September ini, Badan Perdagangan Dunia (WTO) menyatakan bahwa pemberlakuan tarif impor oleh AS kepada China telah melanggar aturan dagang internasional. Lembaga dibawah naungan PBB tersebut mengatakan bahwa AS tidak mempunyai bukti yang kuat atas tuduhan adanya pencurian hasil riset dan teknologi yang dilakukan oleh China.

Sementara itu, AS menilai WTO berpihak kepada China sehingga tidak mampu melakukan tugasnya dalam melakukan konfrontasi terhadap China.

Aktivis HAM Sebut China Bangun 14 Kamp Baru di Xinjiang untuk Muslim Uighur
Halaman:
  • Penulis: Tino Aditia

Rekomendasi

 

Berita Terkait

 

Penulis Suara Kita